Berita Terkini

Akses Proses Elektoral di Berbagai Negara Di Dunia dan Indonesia

Hupmas, Surabaya –  Reboan pada Rabu (27/07/2016) kali ini membahas tentang akses terhadap proses elektoral di berbagai Negara di dunia. Bertindak sebagai narasumber adalah Staf Subbagian Hukum, Prahastiwi Kurnia Sitorosmi. Prahastiwi menampilkan gambar tentang berbagai pemilu di dunia. Mulai dari panjangnya antrian pemilih di TPS pada Pemilu Demokratis Pertama di Afrika Selatan,  Astronot Amerika Serikat yang menggunakan hak pilih di luar angkasa, hingga TPS yang melayani pemilih di kutub utara. Perempuan yang akrab disapa Thiwi itu menambahkan, berbagai TPS tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap proses pemilihan umum. ”Bahkan, di Australia, warga yang tuna wisma juga dapat memilih dengan mengirimkan formulir berisi keterangan lokasi dimana mereka akan memilih,” kata Thiwi. Sementara di Indonesia, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 10 tahun 2015 pasal 19, TPS dapat dibuat di halaman atau ruang/gedung sekolah, balai pertemuan masyarakat, ruang/gedung tempat pendidikan lainnya, gedung atau kantor milik pemerintah dan nonpemerintah termasuk halamannya. Namun, pembuatan TPS di tempat tersebut terlebih dahulu harus mendapat izin dari pengurus/pimpinan atau pihak yang berwenang atas gedung/kantor. TPS dilarang dibuat Menurut Thiwi, pembentukan tempat pemungutan suara yang ada di Indonesia  menjadi salah satu tantangan yang harus mampu diatasi oleh penyelenggara pemilu agar proses elektoral terbuka dan dapat diakses oleh semua orang secara umum. Sehingga, pemilu dapat memenuhi asas langsung, umum, bebas, dan rahasia.

Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah dan Ujian Dinas PNS KPU

Oleh: Arnik April Susanti Staf Subbag Teknis dan Hupmas KPU Surabaya Berdasarkan Peraturan Komisi pemilihan Umum Nomer 16 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah dan Ujian Dinas Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, maka PNS di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum baik di Sekretariat KPU Provinsi maupun Sekretariat KPU Kab/Kota dapat mengajukan kenaikan pangkatnya dengan dasar dan aturan yang sudah ditentukan tersebut. Adapun tujuan diselenggarakannya ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan ujian dinas pegawai negeri sipil di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan setiap Pegawai Negeri Sipil yang akan naik pangkat/golongan yang lebih tinggi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu tujuan ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijasah adalah untuk penilaian pengetahuan dan kemampuan PNS yang telah memperoleh surat tanda tamat belajar/ijasah yang lebih tinggi untuk mendapatkan kenaikan pangkat sesuai dengan jenjang pendidikan yang dimilikinya. Sehingga, dapat ditentukan pangkatnya dengan kedudukan seseorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangkaian susunan pegawai yang digunakan sebagai dasar penggajian, tunjangan dan lainya yang sudah diatur dalam peraturan yang ada. Ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum terdiri dari : Ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah tingkat I yaitu PNS yang memperoleh ijazah tingkat pertama ( SMP ) dan memiliki sedikitnya 2 tahun dalam pangkat juru muda tingkat I( I/b ) untuk disesuaikan pangkatnya menjadi juru ( I/c) dan Ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah sekolah tingkat atas ( SMA) yang memiliki sedikitnya 2 tahun dalam pangkat I/c disesuaian pangkatnya menjadi pengatur muda II/a. Ujian Kenaikan pangkat Penyesuaian ijazah tingkat II yaitu diikuti oleh PNS yang memperoleh ijazah Diploma III/Setingkat yang memiliki sedikitnya 2 tahun dalam pangkat pengatur muda II/b untuk disesuaikan pangkatnya menjadi pengatur II/c. Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah Tingkat III yaitu PNS yang sudah mempunyai ijasah sarjana / S1 dan memiliki 2 tahun dalam pangkat pengatur II/c disesuaikan pangkat menjadi penata muda III/a. Untuk PNS yang memperoleh ijazah pascasarjana S-2 dan memiliki sedikitnya 1 tahun dalam pangkat III/a disesuaikan pangkatnya menjadi III/b. Materi tes yang diujikan pada tes Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah Tingkat I adalah soal Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang terdiri atas Tes Pengetahuan Umum (TPU), Pengetahuan yang terkait dengan kepemiluan. Tes Ujian Tingkat II adalah Pengetajuan Umum, Pengetahuan Umum, Penegetahuan Perkantoran, Penegtahuan yang terkait dengan kepemiluan. Dan Tes Ujian tingkat III yaitu Pengetahuan Umum, penegetahuan yang terkait dengan kepemiluan, Bahasa Inggris dan Karya tulis. Persyaratan dalam pengajuan permohonan untuk mengikuti kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan ujian dinas harus melampirkan dokumen sebagai berikut yaitu : Surat permohonan dari atasan/ Sekretaris, Fotocopy SK pengangkatan sebagai CPNS yang dilegalisir, Fotocopy SK PNS yang dilegalisir, Fotocopy SK pangkat terakhir yang dilegalisir, Fotocopy ijazah terakhir yang dilegalisir, Fotocopy ijazah yang akan disesuaikan dilegalisir, fotocopy DP3, Fotocopy surat tugas belajar, izin belajar, Foto berwarna 3x4 = 4 lembar. Pelaksanaan ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan ujian dinas dilaksanakan di Sekretariat Jenderal Komisi pemilihan Umum dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi yang akan melaksanakan kegiatanya. Untuk biaya yang berkaiatan dengan pelaksanaan ujian kenaikan pangkat penyesuaian ijazah dan ujian dinas ini di luar akomodasi dan trasport peserta dibebankan pada APBN Komisi Pemilihan Umum.

Berlatih Berpikir Positif

Oleh: Nurul Amalia, S. Si Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Data Dinamika kehidupan membuat kita selalu berada pada dua kutub yang berbeda. Ada senang dan sedih, baik dan buruk, syukur dan kufur, positif dan negatif, dan sebagainya. Di saat mendapatkan apa yang kita inginkan, biasanya kita senang dan gembira serta mengucap rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Itu adalah hal yang wajar. Akan tetapi, sering pula kita mengeluh atas sesuatu yang terjadi pada diri kita manakala kita mendapatkan suatu kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita, dan kebanyakan orang mengatakan itu wajar juga. Kita sering lupa bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, sekecil apapun kejadian itu, semuanya atas izin Allah SWT. Jika Sang Khaliq menghendaki maka apapun itu bisa terjadi. Sebaliknya jika Sang Khaliq tidak menghendaki hal itu terjadi, meski diusahakan dengan mencurahkan segala kekuatan yang kita punya, maka sesuatu itu tidak akan pernah terjadi. Sesungguhnya penyikapan atas apa yang terjadi, yang kita alami itu, merupakan persepsi terhadap apa yang ada pada pikiran kita. Persepsi itu akan mempengaruhi terhadap hasil yang akan kita dapatkan. Misalnya: seorang karyawan , Si X, karena menurut atasannya kinerjanya kurang maksimal, maka ia dipindahkan ke bagian yang menurut Si X adalah bagian yang tidak strategis, tidak banyak gunanya. Jadilah Si X ini kerja seenaknya. Yang penting datang tidak terlambat, uang makan bisa didapatkan secara penuh, semua haknya bisa didapatkan. Akibatnya Si X ini tidak akan mendapatkan nilai tambah apapun dari pekerjaan yang ia tekuni. Sebaliknya, jika ia mengambil sisi positif dari hal tersebut, maka ia akan mengucapkan rasa syukur yang tiada habisnya. “Alhamdulillah, saya dipindah di bagian ini, pasti ini jalan terbaik saya untuk jenjang karir  yang lebih baik. Alhamdulillah, saya masih diberi kepercayaan.” Dengan demikian Si X selalu melakukan diri agar menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi. Dengan berpikir positif, bisa jadi ini merupakan jalan kebaikan yang dibukakan oleh Allah SWT untuk kita meraih kesuksesan yang kita inginkan selama ini. Orang yang selalu berpikir positif tidak akan mudah menyalahkan orang lain dengan maksud untuk menutupi kekurangan dirinya. Dia akan legawa dengan apa yang telah menimpa pada dirinya, seperti fiman Allah SWT dalam QS. Al Baqarah ayat 216 yang artinya :” Boleh Jadi kamu membenci Sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” Memang tidak mudah menjalankan teori diatas, tapi bukan berarti itu tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu, kita dituntut untuk senantiasa selalu belajar dan belajar, sedikit demi sedikit, pasti akan bisa. Karena sesuatu yang besar itu bermula dari yang kecil. Apa yang kita pikirkan, akan tercermin dari perilaku, sikap dan tindakan yang kita lakukan. Jika kita berpikir positif, maka kita tidak akan gampang mengeluh, mengumpat maupun menghujat terhadap apa yang menimpa kita. Kalau kita berpikir positif, tentunya yang ada dipikiran kita adalah selalu ucapan rasa syukur yang tiada habisnya, meski kita sedang ditimpa musibah. Karena ketika berfikir positif tentang segala sesuatu yang terjadi, tentunya kita akan membandingkan dengan sesuatu yang lebih buruk sehingga yang muncul adalah rasa syukur itu. Ada nasehat yang mengatakan: untuk urusan dunia lihatlah yang di bawah, untuk urusan akhirat lihatlah yang di atas. Maksudnya, jika kita mengukur kesenangan duniawi yang tiada habisnya, maka kita bisa melihat orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan kita. Yang sudah punya sepeda bersyukur daripada jalan kaki, yang punya motor bersyukur daripada harus menggayuh jika hanya pakai sepeda, yang jalan kakipun bersyukur karena diberi anggota tubuh yang lengkap sehingga bisa jalan kaki dibanding yang lumpuh. Dengan demikian yang ada hanya rasa syukur dan berterimakasih karena Allah SWT telah memberi nikmat yang tiada tara. Sedangkan untuk urusan akhirat kita harus melihat yang ada di atas kita. Jika ada yang bisa bangun dan melaksanakan sholat malam, maka kitapun harusnya bisa. Jika ada yang bisa melaksanakan puasa sunnah maka seharusnya kitapun bisa. Jika ada yang bisa bersedekah maka kitapun harus bisa. Jika ada orang yang berprestasi dalam kerja maka seharusnya kita juga bisa berprestasi. Kita sering mendengar kalimat: “Kejarlah duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya, kejarlah akhiratmu seakan-akan engkau mati esok”. Menurut pendapat saya, maksud dari dari kalimat tersebut adalah, karena masih banyak waktu untuk mengejar kesenangan dunia maka kita tidak usah terlalu ngoyo untuk mendapatkannya. Tetapi sebaliknya, karena waktu untuk mempersiapkan bekal akhirat itu tidak banyak maka sebaiknya kita prioritaskan untuk mencari bekal sebanyak banyaknya sebelum kita keburu di panggil Yang Maha Kuasa. Jika orientasi hidup kita untuk bekal akhirat, maka kita tidak akan menghalalkan segala cara untuk mencapai kesenangan dunia. Kita akan selalu berfikir positif dengan segala apa yang terjadi dan menimpa kita, dan hal itu akan memberikan semangat dan gairah untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan.   Berikut untaian kata yang bisa jadi bahan renungan untuk kita: Kita Meminta Kesejahteraan, Allah memberi Otak, Peluang,dan Kesempatan untuk kita Gunakan meraih Kesejahteraan Kita berdoa meminta Kekuatan, Allah memberi kesulitan untuk membuat kita Kuat   Kita minta Keberanian, Allah memberi Bahaya untuk kita atasi dengan Berani   Kita meminta Kebijaksaan, Allah memberi masalah untuk kita pecahkan dengan Bijaksana   Kita minta dijadikan orang yang penuh kasih sayang, Allah memberi kita orang bermasalah untuk kita Kasihi   Kita meminta kesenangan dan kenikmatan, Allah memberi hidup, ujian dan tantangan yang penuh warna untuk mengantarkan kita meraih kesenangan   Kita Tidak Menerima apapun yang kita Inginkan, Namun Allah telah memberikan semua sarana yang kita perlukan untuk mewujudkannya. Sesungguhnya doa kita telah dikabulkan oleh Allah

Kumpulkan Data Mutakhir Pemilih Alih Status TNI dan POLRI

Hupmas, SURABAYA- Setelah berhasil mendapatkan data mutasi penduduk Kota Surabaya dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemkot Surabaya, KPU Surabaya kembali melakukan collecting data mengenai alih status TNI dan POLRI. Rapat Pleno KPU Surabaya Senin (25/07/2016) menginstruksikan Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Data, Nurul Amalia, untuk berkoordinasi dengan TNI dan POLRI. Nurul Amalia mengungkapkan, data penduduk Surabaya yang alih status menjadi TNI dan POLRI serta sebaliknya TNI dan POLRI yang memasuki masa pensiun diperlukan untuk updating data pemilih. Seperti diketahui, salah satusyarat pemilih adalah tidak berstatus sebagai TNI/POLRI. ”Minggu ini kami akan melakukan koordinasi awal dengan pihak TNI dan POLRI untuk meminta data tersebut,” kata Nurul. Alumni Universitas Airlangga Surabaya tersebut menambahkan, untuk saat ini pengunggahan data pemilih ke portal SIDALIH berhenti sementara. ”KPU RI sedang sinkronisasi data. Oleh karenanya, kami melakukan pemutakhiran manual dengan mendata alih status TNI dan POLRI,” ucap Nurul.

Semangat Jalan Sehat Di Hari Jumat

Hupmas, SURABAYA- Untuk meningkatkan kebugaran dan kebersamaan, KPU Surabaya menyelenggarakan jalan sehat bersama pada Jumat (22/07/2016). Jalan sehat diikuti oleh Komisioner dan Sekretariat KPU Surabaya.  Adapun rute jalan sehat adalah KPU Surabaya – Lapangan Kodam V Brawijaya – KPU Surabaya. Menempuh jarak sekitar tiga kilometer, ”pasukan” jalan sehat KPU Surabaya mengitari rute yang telah ditentukan dengan penuh semangat. Komisioner KPU Surabaya Divisi Hukum, Pengawasan, SDM, dan Organisasi, Purnomo Satriyo Pringgodigdo mengungkapkan, KPU Surabaya baru pertama kali mengadakan jalan sehat di hari jumat. Ke depan, jalan sehat akan diadakan rutin setiap dua minggu sekali. ”Saya senang melihat antusiasme teman-teman. Meskipun di bawah hujan rintik-rintik, kami tetap semangat berolahraga,” pungkasnya.

Urban Farming KPU Surabaya, Budidaya Lele Untuk Makan Bersama

Terinspirasi dari artikel dan tayangan youtube tentang urban farming, Ketua KPU Surabaya punya ide untuk membuat kolam untuk budidaya ikan lele. Setelah panen, dimasak sendiri di kantor dan dimakan bersama-sama. Sebuah upaya untuk meningkatkan keakraban diantara Komisioner dan Sekretariat KPU Kota Surabaya. Hupmas, KPU Surabaya Menjelang jam istirahat, Rabu (20/07/2016) beberapa Staf Sekretariat KPU Surabaya tampak mengerumuni halaman samping KPU Surabaya. Sebuah kolam berukuran dua kali tiga meter dengan airnya yang keruh, menjadi pusat perhatian. Dengan jaring kecil, dua orang staf menangkap ikan lele di kolam tersebut. Beberapa puluh ekor ikan lele berhasil ditangkap. Namun, diantara lele tersebut terdapat pula belasan ikan patin. ”Bibitnya dulu ada campuran ikan patin,” kata Sunarno Aristono, Sekretaris KPU Kota Surabaya. Selanjutnya, ikan lele dan patin tersebut  ”dibetheti” oleh beberapa staf sekretariat. Beberapa karyawati tampak menyiapkan bumbu untuk ikan-ikan tersebut. Tak lupa, tahu, tempe, terong, dan sambel juga disiapkan sebagai pelengkap hidangan. Setelah selesai dibersihkan, lele dan patin segera digoreng dan disajikan.  Siang itu, KPU Surabaya memang punya jadwal untuk mengadakan diskusi reboan. Sebuah forum diskusi yang digagas oleh Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin, pada masa jabatan 2009 – 2014. Karena dampak positif dari kegiatan tersebut, sampai sekarang forum diskusi reboan tetap dilaksanakan dan bahkan diikuti oleh beberapa KPU kabupaten/kota lain, termasuk KPU Provinsi Jawa Timur. Nah, hidangan lele dan patin goreng disiapkan untuk makan siang bersama, setelah diskusi reboan selesai. Komisioner dan karyawan makan siang bersama dengan menu hasil panen sendiri. Robiyan Arifin mengungkapkan, idenya untuk membuat kolam budidaya lele terinspirasi dari program Dinas Pertanian Pemkot Surabaya yaitu Urban Farming. ”Budidaya pertanian yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan dengan lahan yang minim,” ucap Robiyan. Pria asli Situbondo tersebut menuturkan, untuk masyarakat urban farming bertujuan untuk menambah income. ”Untuk Kantor KPU, untuk meningkatkan gizi dan menambah keakraban saja,” katanya lantas tergelak. Sunarno Aristono lantas menambahkan, budidaya lele di kantor KPU Surabaya sekaligus menjadi hiburan tersendiri. ”Ada kenikmatan yang luar biasa ketika melihat ikan kruyuk-kruyuk berebut makanan yang saya berikan,” kata Aristono. Pria yang menyandang gelar dokter hewan itu menuturkan, pada akhir tahun 2015 lalu, kolam lele hanya terbuat dari terpal. Pernah suatu ketika, hujan deras hingga air dalam terpal meluber keluar. ”Pas tengah malam lelenya berlompatan keluar sampai ke halaman KPU Surabaya. Petugas keamanan kantor dan beberapa tukang becak menangkapi lele-lele itu,” kata Aristono lantas terbahak. Sejak Februari 2016 lalu, setelah Pilwali Surabaya 2015 tuntas, kolam lele dibuat semi permanen. ”Sudah ada lubang untuk pengeluaran air. Jadi ikannya g mungkin mencolot lagi,” ucap pria penghobi catur itu. Menurut Aristono, pada saat pembibitan, kolam tersebut berisi sekitar 400 ekor lele dan 200 ekor patin. ”Sudah dipanen dua kali untuk makan bersama di kantor,” ungkap Aristono. Setelah panen kali ini, kolam akan dibersihkan untuk diisi bibit yang baru. Sebagai dokter hewan, Aristono memang gemar memelihara binatang. Bahkan, pada Hari Raya Idul Fitri 6 Juli 2016 lalu, dia menyempatkan diri untuk ke kantor, memberi makan ikan. ”Saya kepikiran lele sama patin. Sebelum cuti bersama saya lupa belum memberi makan. Kuatir nggak ada yang ngasih pakan, saya ke kantor dulu sebelum mudik, makani ikan,” pungkas pria asli Gunungsari Surabaya tersebut.