Berita Terkini

REBOAN KPU KOTA SURABAYA, BERBAGI TIPS MEMBUAT KLIPING MENARIK

Hupmas, Surabaya–  Reboan pada minggu pertama bulan Agustus (03/08/2016) kali ini membahas tentang Tata Cara Membuat Kliping Yang Bagus Secara Cepat. Bertindak sebagai narasumber adalah Staf Subbagian Umum, Endah Purwindari. “Kliping adalah suatu karya seni dengan memanfaatkan koran baik bekas maupun yang baru dengan mengambil artikel sesuai dengan tema yang diusung dengan cara menggunting kemudian menempelkannya pada kertas yang baru hingga menyerupai sebuah makalah,” papar Bu Endah demikian biasa disapa.  Bu Endah menambahkan, membuat sebuah kliping sebenarnya cukup mudah. Kita hanya perlu pemahaman seputar tata caranya saja, lalu tulislah sesuai kreativitas masing-masing demi memberikan tulisan kliping yang baik dan tentunya berguna.Bagi yang suka membaca koran atau majalah dan tidak mau membiarkan berita tersebut hilang begitu saja, ada cara yang paling tepat untuk mendokumentasikan artikel terkait. Caranya dengan membuat kliping. “Membuat kliping bukan sekadar menggunting dan menempel artikel, kemudian jadi. Akan tetapi, terdapat trik-trik khusus agar kliping tersebut rapi dan bersih,” kata Bu Endah. “Yang penting asal kita mau belajar dan perlu pemahaman pasti kita akan merasa mudah untuk mengerjakannya sesuai kreativitas masing-masing demi memberikan tulisan kliping yang baik dan tentunya berguna,” pungkas perempuan kelahiran Kediri tersebut.

KETIKA PARA MANTAN PPK MENGENANG PILWALI SURABAYA 2015

Hupmas, KPU SURABAYA- Dalam setiap penyelenggaraan Pemilu dan pemilihan, memang selalu ada hal-hal yang patut dikenang. Selasa (02/08/2016), KPU Surabaya kedatangan empat orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pilwali 2015. Selain untuk berhalal bihalal dengan Komisioner dan jajaran Staf Sekretariat, kedatangan mereka tentu saja ingin bernostalgia tentang kenangan saat penyelenggaraan Pilwali 2015. Empat orang PPK tersebut adalah Syaiful Afandi (PPK Lakarsantri), Nuri Mardiana (PPK Lakarsantri), Robiatul Rohmah (PPK Semampir), dan Siti Lailatus Sofiyah (PPK Rungkut). Keempat PPK tersebut ditemui oleh dua orang Komisioner KPU Surabaya. Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin, mengaku senang dan bangga dengan kedatangan para mantan PPK tersebut. Robiyan mengatakan, silaturahmi yang dilakukan oleh beberapa PPK tersebut menunjukkan bahwa KPU Surabaya masih diingat oleh para mantan penyelenggara di tingkat kecamatan. ”Berarti kenangan Pilwali Surabaya 2015 kemarin positif bagi mereka,” tutur Robiyan. Menanggapi hal tersebut, Robiatul Rohmah mengungkapkan, baginya penyelenggaraan Pilwali Surabaya 2015 lalu benar-benar luar biasa. ”Banyak perubahan positif yang terjadi pada KPU Surabaya terutama pada sistematika kerja,” ungkap perempuan yang juga menjadi PPK saat Pileg dan Pilpres 2014 lalu. Siti Lailatus Sofiyah dan Syaiful Afandi mengatakan hal yang senada. ”Banyak perubahan positif yang saya rasakan. Terutama pada logistik yang lebih cepat dan akurat dibanding sebelumnya,” ucap Syaiful Afandi. Sedangkan Siti Lailatus Sofiah mengatakan, generasi muda KPU Surabaya baik di jajaran komisioner maupun sekretariat memberikan energi yang lebih dinamis bagi penyelenggaraan Pilwali Surabaya 2015. Sementara Nuri Mardiana mengemukakan, Pilwali Surabaya 2015 memberikan pengalaman baru kepadanya mengenai kepemiluan. ”Saya benar-benar baru di dunia penyelenggaraan Pemilu. Pilwali Surabaya 2015 tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang kepemiluan tetapi juga pengalaman untuk bekerja dengan banyak orang,” tutur perempuan yang akrab disapa Nuri tersebut.

“NOBAR” VIDEO LAUNCHING PILWALI BERSAMA KIP KABUPATEN ACEH TAMIANG

Hupmas, KPU SURABAYA- Sehabis jumatan (29/07/2016), KPU Kota Surabaya rencananya akan mendapat kunjungan KIP (Komisi  Independen Pemilihan) Kabupaten Aceh Tamiang. Tepat pukul 13.30 sebagian rombongan yang ditunggu telah tiba. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua KIP Kabupaten Aceh Tamiang itu langsung disambut oleh semua Komisioner KPU Kota Surabaya. Sembari menunggu yang lain tiba, rombongan diajak menyaksikan dokumentasi launching Pilwali Surabaya 2015. “Ini adalah video ketika kami menyelenggarakan launching Pilwali. Kami mengundang semua PPK dan PPS serta stakeholder KPU Surabaya untuk menandai bahwa tahapan penyelenggaraan Pilwali sudah dimulai,” ungkap Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin. Robiyan mengungkapkan, melalui berbagai even dan kegiatan sosialisasi, KPU Surabaya berupaya untuk meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat di Surabaya. Pada Pilwali 2010 lalu, tingkat partisipasi hanya mencapai 43,46 persen. “Alhamdulillah berkat kerja keras KPU Surabaya, didukung oleh Pemkot Surabaya, dan berbagai elemen masyarakat, tingkat partisipasi masyarakat pada Pilwali 2015 mencapai 51,34 persen,” papar Robiyan.  Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Aceh Tamiang, Alhamda, mengungkapkan rasa ingin tahunya terhadap program sosialisasi yang dilaksanakan KPU Surabaya saat Pilwali 2015. “Meskipun setiap daerah memiliki karakter pemilih sendiri sesuai dengan geografis dan sosiologis, namun tidak ada salahnya kami belajar dari sosialisasi yang dilaksanakan oleh KPU Surabaya,” kata Alhamda. Asisten I Pemkab Aceh Tamiang yang membidangi Pemerintahan, Mix Donald, mengamini pernyataan Alhamda. “Dari berbagai even yang kami laksanakan, rasanya respon masyarakat tidak seantusias seperti dalam video tadi. Apalagi partisipasi pemilih kami saat Pilpres 2014 hanya mencapai 63 persen,” tambah Mix Donald. Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi KPU Surabaya, Nur Syamsi, mengungkapkan, sosialisasi KPU Surabaya cukup terbantu dengan riuh rendahnya masalah pencalonan. “Gegap gempitanya persoalan pencalonan Walikota Surabaya 2015 di media meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai perhelatan Pilwali,” tutur Nur Syamsi. Pria asli Lamongan tersebut menambahkan, KPU Surabaya menggandeng rekan-rekan media untuk membantu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai tahapan Pilwali. “Kami juga membentuk media center untuk mengelola pemberitaan KPU Surabaya,” imbuh Nur Syamsi. Selain itu, KPU Surabaya juga bekerja sama dengan berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk melaksanakan sosialisasi. “Berbagai lomba seperti Lomba Karya Jurnalistik, Lomba Pembuatan Aplikasi, serta Lomba Cipta Maskot, Mars, dan Jingle untuk menstimulasi partisipasi masyarakat. Selain itu beberapa inovasi sosialisasi yg berbasis IT ada lomba update status tentang pilwali, tujuannya agar seluruh update informasi tahapan pilwali yang diselenggarakan bisa diikuti masyarakat sekalipun hanya lewat perangkat handphone,” terang alumni UNESA Surabaya tersebut. Kepala Bakesbangpol dan Linmas Pemkot Surabaya, Sumarno, yang berkesempatan hadir pada forum tersebut juga menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya medukung penuh langkah KPU Surabaya dalam penyelenggaraan Pilwali. “Dukungan anggaran sesuai kebutuhan, fasilitasi angkutan untuk logistik, pengamanan Linmas, sampai sosialisasi kepada pemilih pemula kami berikan untuk kesuksesan Pilwali Surabaya,” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Plt. Sekretaris KPU Surabaya tersebut.

Display Hasil Pemilu KPU Surabaya, Sebuah Upaya Keterbukan Informasi Publik

Hupmas, SURABAYA- Setelah selesai menyelenggarakan Pemilu atau Pemilihan, KPU Kota Surabaya selalu menampilkan informasi hasil pemilu dalam bentuk display. Display tersebut dipajang di ruangan rapat lantai 1 dan ruangan media center. Komisioner KPU Surabaya Divisi Perencanaan, Keuangan, Logistuk, dan Urusan Rumah Tangga, Miftakhul Ghufron mengatakan, display informasi hasil pemilu bukan hanya sekedar pajangan tetapi sumber informasi bagi masyarakat. ”Masyarakat yang berkunjung ke KPU Surabaya bisa melihat langsung informasi mengenai perolehan suara hasil pemilihan,” kata pria asli Grobogan, Jawa Tengah tersebut. Display tidak hanya berisi tabel angka tetapi juga berisi data yang berbicara. ”Dalam satu display, kami berupaya memberikan sebanyak mungkin data mengenai satu proses pemilu atau pemilihan,” tambah Ghufron. Menurut Ghufron, display berisi informasi hasil pemilu merupakan bagian dari keterbukaan informasi publik yang selalu berupaya untuk dilakukan KPU Surabaya selain informasi melalui website, papan pengumuman, dan media lainnya.

PENYELENGGARA PEMILU BERINTEGRITAS DENGAN NAC

Oleh : Robiyan Arifin, S.H., M.H. (Ketua KPU Surabaya) Komisi Pemilihan Umum adalah  lembaga negara yang memiliki mandat konstitusional untuk menyelenggarakan Pemilu secara demokratis di Indonesia. Ditambah dengan tugas pelaksanaan pemilihan kepala daerah disetiap  propinsi dan kabupaten/kota yang dilakukan oleh KPU Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan tingkatannya setiap lima tahun sejak tahun 2005. Menurut Prof. Ramalan Surbakti ada empat prinsip demokrasi yang harus dilaksanakan dalam Pemilu adalah : pertama; asas-asas Pemilu Demokratik (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, serta diselenggarakan secara periodik), kedua; asas-asas Pemilu Berintegritas (transparan, akuntabel, akurasi, dan jujur),  berbagai hak yang menyangkut pemilu (electoral right principles), dan keempat; keadilan pemilu (electoral justice). Partisipasi masyarakat sipil sebagai penyelenggara ad hoc pemilu ditingkat kecamatan, desa/kelurahan dan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang meniscayakan keterlibatan banyak orang dengan berbagai macam karakter, sumber daya manusia dan ragam budaya. Disetiap kecamatan dibentuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berjumlah lima orang. Ditingkat desa/kelurahan dibentuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang terdiri atas tiga orang. Dan setiap TPS dibutuhkan sedikitnya lima orang hingga tujuh orang yang disebut Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Bisa dipastikan bahwa keterlibatan masyarakat sebagai penyelenggara pemilu pastilah melibatkan jutaan orang diseluruh Indonesia.  Tantangan terbesarnya adalah memastikan seluruh penyelenggara pemilu ini adalah orang yang mempunyai integritas, pribadi yang kuat, jujur dan adil, sebagaimana ketentuan syarat yang harus dipenuhi berdasarkan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum. Bagaimana cara memenuhinya? Sementara ukuran integritas, kejujuran dan adil adalah suatu hal yg abstrak dan tidak konkrit? Dengan kata lain, bahwa norma yang menjadi nilai prasyarat ideal itu  perlu diwujudkan dalam bentuk yang senyatanya bukan hanya berada diranah norma seharusnya. Dalam pengertian sederhananya adalah bukan dengan bahasa langit tapi dengan bahasa bumi. Ketika membicarakan sifat dan karakter seseorang tentulah bermacam-macam. Apalagi menghimpun banyak orang dengan keberagaman dan mengarahkan tujuan kepada penyelenggaraan pemilu dan pilkada yang sukses sementara dilain sisi memiliki resiko besar pastilah sangat berat. KPU  membutuhkan metode pelatihan pembentukan karakter untuk mewujudkan penyelenggara pemilu yang berintegritas, jujur dan adil. KPU Kota Surabaya saat pelaksanaan Pilkada Tahun 2015, berusaha mewujudkan visi Pilkada Berintegritas dengan memberikan Pelatihan NAC kepada seluruh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) beserta Komisioner dan Staff. Dampak yang dihasilkan dari pelatihan NAC ini sungguh luar biasa. Kesiapan, semangat  dan kemampuan penyelenggara meningkat drastis dibandingkan periode sebelumnya. Walaupun perjalanan Pilkada Surabaya Tahun 2015 dimasa pendaftaran gaduh, namun semuanya bisa dilewati dengan baik. NEURO ASSOSIATIVE CONDITIONING Bagi sebagian orang mungkin merasa asing mendengar Neuro Assosiative Conditioning (NAC).  Neuro Associative Conditioning System diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai teknik pengkondisian bahasa peryarafan otak (neuro linguistiq). Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan trauma, phobia, meningkatkan percaya diri, melatih kekuatan bawah sadar (sub-conscious mind), dan menguasai teknik komunikasi yang efektif. Teknik NAC ini dikembangkan oleh Anthony Robbins dari Amerika yang merupakan pengembangan kreatif yang dilakukan setelah bertahun-tahun mendalami dan mengaplikasikan  Neuro Linguistic Programing (NLP). Dan NAC dibawa ke Indonesia oleh Ronald Nurdanadarma atau yang lebih akrab dipanggil Kak Ronald (Instruktur utama NAC), tentunya setelah dimodifikasi dan disesuaikan terhadap kondisi serta budaya bangsa Indonesia. Saat ini NAC System sudah diadopsi oleh Lemhanas RI dan Polri. Di Lemhanas RI metode pelatihan ini diberikan dengan melakukan Internalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan melalui NAC sebagai salah satu kurikulum pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara mengingat kemajemukan suku, agama, ras dan antara golongan di Indonesia. Sementara dilingkungan Polri teknologi ini telah dicoba dan dikembangkan dalam bentuk pelatihan perubahan mindset dan culture set polisi. Diseluruh Polda dan Lemdik Polri dimulai dari SPN, Setukpa Lemdikpol, STIK dan Sespimpol. Pelatihan ini selanjutnya dimodifikasi sesuai kebutuhan organisasi Polri untuk mendukung percepatan perubahan kultural Polri dan polisi masyarakat. Materi yang diberikan dalam pelatihan NAC System tingkat basic meliputi : Refleksi Untuk Negeri Bertujuan untuk memberikan penyadaran bahwa negeri ini memiliki potensi yang sangat besar sebagai anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia yang harus disyukuri dan dikelola dengan bijaksana dan lestari. Dengan memahami akar permasalahan diharapkan mengetahui tindakan yang akan diambil sebagai wujud kontribusi bagi kemajuan Bangsa Indonesia. Kebesaran Potensi Manusia / Daya Otak & Fisik Bertujuan untuk menyadari betapa potensi yang dimiliki sebagai manusia, lebih dari cukup untuk menjalani hidup dan kehidupan serta dapat bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tes Kekuatan Otot (Muscle Test) Bertujuan memahami bahwa pola pikir akan berpengaruh terhadap pola hidup seseorang. Menguji kekuatan otot bahwa energi negatif akan menimbulkan kelemahan dan sebaliknya energi positif akan menimbulkan kekuatan, sehingga akan selalu berusaha untuk berpikiran positif dalam semua sendi kehidupan. Penyebab Sikap Bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa perilaku seseorang dipengaruhi kondisi internal dan pengaruh lingkungan. Mengurai hukum kehidupan bahwa kondisi yang dialami saat ini sesungguhnya adalah diri kita sendirilah yang mengundangnya. Kemudian  mencari solusi mengelola sikap dan pikiran agar apa yang kita inginkan terwujud dan menjadi kenyataan. Mata Adalah Jendela Hati Bertujuan memahami sifat-sifat dominan diri sendiri dan orang lain melalui gerakan mata, sehingga akan mampu berkomunikasi dengan lebih baik. Pelepasan Beban Pikiran (Stress Relief) Adalah proses mengurangi beban-beban yang ada dalam pikiran dan perasaan secara psikologis serta pengangkatan energi negatif dengan mekanisme instruksi alam bawah sadar. Pujian Penghargaan (Compliment) Bertujuan memberikan penyadaran bahwa keberhasilan yang diraih selama ini berkat bantuan orang-orang terdekat dan mampu menyampaikan pujian dan penghargaan dengan tulus. Sebuah teknik komunikasi yang mampu mencairkan kebekuan hati dan menyelesaikan konflik antara sesama sehingga akan tercipta kebersamaan yang harmonis. Berjalan Diatas Api (Firewalk Experience) Sebuah stimulus bahwa jika mampu untuk fokus, konsentrasi dan mencurahkan sepenuh hati maka akan dapat meraih cita-cita. Membuktikan dapat berjalan  melewati api tanpa mantra, klenik dan magic dengan kemampuan mindset. Menurut Kak Ronald (Instruktur utama NAC), lebih dominan menggunakan NAC ini untuk character building (pembentukan karakter). Dan untuk membentuk karakter seseorang diperlukan pelatihan minimal 16 jam. Saat bekerja sama, bukan NAC yang menawarkan karakter yang harus dibentuk oleh kliennya, melainkan lebih kepada apa yang dibutuhkan klien. Ibarat komputer yang akan digunakan untuk bekerja, apabila dalam komputer itu banyak virusnya maka tidak bisa digunakan, pasti banyak gangguan dan hambatan. Sama halnya dengan manusia, ketika memiliki banyak persoalan dan beban hidup serta berpikiran negatif maka akan sulit untuk sukses dan berhasil meraih cita-cita. PENUTUP Perbuatan baik tentunya membuat hati kita senantiasa diselimuti rasa bahagia yang kemudian memberikan energi positif dalam hidup. Kita akan lebih bersemangat dalam menjalankan semua aktivitas dan energi ini pasti akan memancar pada orang lain. Berbuat baik membuat kita tersenyum dan merasakan kedamaian. Sehingga dimanapun kita berada, kita akan merasa bahagia serta diselimuti oleh energi positif. Karakter seseorang mungkin sulit dirubah. Namun hal itu sangat mungkin untuk dirubah walau sesulit apa pun. Begitupun halnya dengan masing-masing individu yang mengabdi sebagai penyelenggara dalam pemilu agar menjadi penyelenggara yang berintegritas, jujur dan adil.