Berita Terkini

SEGERA TUNTASKAN INPUT DATA SIPP DAN E-PPID

Hupmas, KPU Surabaya- Sistem Informasi Penyelenggara Pemilu (SIPP) menjadi salah satu fokus pembenahan yang dilakukan oleh KPU RI selama kurun waktu post election. Oleh kerena itu, KPU Surabaya juga berbenah dalam melaksanakan pendataan SIPP. Sesuai dengan instruksi KPU RI dan KPU Provinsi Jawa Timur, KPU kabupaten/kota diminta untuk menginput data komisioner KPU Kabupaten/Kota, Jajaran Sekretariat, dan PPK. Oleh karena itu, pleno rutin KPU Surabaya pada Senin (22/08/2016) memerintahkan kepada Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat untuk segera melaksanakan entri data tersebut.  Dua orang staf Subbag Keuangan, Umum, dan Logistik yaitu Raditya Dwita Ardhana dan Idris Rochmad ditugaskan sebagai operator SIPP. Mereka inilah yang menggawangi SIPP KPU Surabaya. ”Operator SIPP sudah mulai melakukan input data dan perkembangannya akan dilaporkan kepada pleno. Untuk input data komisioner dan sekretariat ditargetkan selesai akhir Agustus,” ungkap Komisioner Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Nur Syamsi. Sementara mengenai e-ppid, yaitu aplikasi pelayanan informasi publik secara online, pleno juga memerintahkan Divisi SDM dan Partisipasi masyarakat untuk melakukan updating laman e-ppid. Sesuai dengan surat KPU RI Nomor 464/KPU/VIII/2016 tentang Pengawasan Pengelolaan Aplikasi PPID online di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, KPU RI meminta KPU Provinsi untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan aplikasi PPID online. Oleh karena itu, KPU Surabaya melakukan beberapa pembenahan terkait pengelolaan e-ppid. ”Subbag Teknis dan Hupmas, mohon dalam minggu ini disusun draf untuk pengisian e-ppid untuk dilaporkan kepada pleno berikutnya,” kata Nur Syamsi.

SELAMAT UNTUK PARA PEMENANG LOMBA HUT RI KE-71 KPU SURABAYA!

Hupmas, Surabaya – Ada yang unik di halaman kantor KPU Kota Surabaya, Rabu, 17 Agustus 2016 setelah berlangsungnya Upacara Bendera Memperingati HUT RI ke 71. Nampak seluruh jajaran Komisioner dan Sekretariat enggan meninggalkan halaman setelah selesai upacara. Apa yang membuat peserta upacara begitu antusias? Ternyata setelah upacara usai, MC mengumumkan akan ada penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba HUT Kemerdekaan RI ke-71 yang telah berlangsung sejak tanggal 4 sampai 16 Agustus 2016.  Sekretaris KPU Surabata, Sunarno Aristono mengungkapkan, untuk kompetisi olah raga para pemenang sudah bisa diketahui langsung usai pertandingan. Namun, untuk perlombaan tumpeng sendiri baru diumumkan setelah pelaksanaan Upacara Bendera. “Juri sebenarnya bingung untuk menentukan juara jika harus ada juara 1 dan seterusnya, karena semua memiliki ciri khas sendiri, punya tema sendiri, punya taste tersendiri. Jadi dibuatlah 4 (empat) kategori dan semua mendapat hadiah sebagai wujud ucapan terimakasih dari KPU Surabaya untuk hasil jerih payah dan kekompakan para staf yang sampai berjibaku menyiapkan tumpeng,” ungkap Pak Aris setelah usai acara. Sementara itu, Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba HUT Kemerdekaan RI ke-71. ”Saya senang karena dengan adanya lomba-lomba ini, semangat kerja dan kekompakan kita semakin meningkat,” ujar Robiyan.     Berikut daftar para pemenangnya : Tenis Meja Putra Juara 1 : Dwi Setyo Hartokumoro Juara 2 : Drh. Sunarno Aristono, M.Si Juara 3 : Katmiran Tenis Meja Putri Juara 1 : Nurul Amalia, S.Si Juara 2 : Endang SAR, SH, MH. Juara 3 : Ririn Frebianti, SE Bulutangkis Putra Juara 1 : Arif Wijaksono, S.Sos Juara 2 : Moch. Fathoni Juara 3 : Supardi Prasetyo Bulutangkis Putri Juara 1 : Kwartika Candra Dewi, SE Juara 2 : Endang SAR, SH, MH Juara 3 : Prahastiwi Kurnia S, SH Catur Juara 1 : Moch. Fathoni Juara 2 : Miiftakul Gufron Juara 3 : Arif Wijaksono, S.Sos Tumpeng Kategori Terbaik (Sub Bagian Teknis dan Hupmas) Kategori Kreativitas dan Semangat (Sub Bagian Keuangan, Umum dan Logistik) Kategori Sesuai Tema dan Kekompakan Tim (Sub Bagian Hukum) Kategori Favorit (Sub Bagian Program dan Data)

PELAYANAN KEPADA PENYANDANG DISABILITAS SAAT PILWALI SURABAYA 2015 CUKUP BAIK

Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan Pilkada. Alfian Andhika Yudhistira, Relawan Demokrasi KPU Surabaya saat Pilwali Surabaya memberikan pendapatnya mengenai aksesibilitas ini. Mahasiswa kelahiran Surabaya 30 Oktober 1997 ini merupakan Penyandang Disabilitas Netra. Alfian, lulusan SMA Negeri 8 Surabaya, saat ini sedang menempuh pendidikan di Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga Surabaya. Alfian merupakan mahasiswa tuna netra total pertama yang diterima di Unair, penerima beasiswa Bidikmisi. Secara umum, bagaimana pelayanan penyelenggara pemilu kepada penyandang disabilitas saat Pilwali Surabaya 2015 lalu, terutama pada saat pemungutan suara? Menurut saya, secara umum pelayanan penyelenggara pemilu 2015 cukup baik. Namun, ada beberapa hal yang kiranya dapat diperbaiki agar penyelenggaraan kedepan lebih baik lagi diantaranya adalah: Kurangnya pemahaman penyelenggara tentang tata cara pendampingan penyandang disabilitas; Ada beberapa TPS yang petugas TPS tersebut tidak mengetahui fungsi template; Beberapa TPS bilik yang tersedia masih terlalu mepet dengan tembok sehingga pengguna kursi roda ada yang kesulitan. Untuk Templete surat suara, apakah sudah memudahkan bagi penyandang disabilitas netra dalam membaca surat suara? Dalam pelaksanaan Pilwali Surabaya 2015, Templete sudah cukup mudah digunakan untuk penyandang disabilitas netra, namun masih ada beberapa template yang huruf Braille nya kurang timbul. Kemudahan akses apa saja yang dibutuhkan bagi penyandang disabilitas untuk menggunakan hak pilihnya saat Pemilu? Kebutuhan akses sudah cukup terpenuhi pada saat Pilwali Surabaya 2015, kiranya diperlukan juga video tutorial tata cara pemungutan suara penyandang disabilitas agar sosialisasi lebih mudah dan cepat. Salah satu yang masih menjadi permasalahan dalam pelayanan penyandang disabilitas adalah kurang validnya data mengenai pemilih penyandang disabilitas. Pada saat petugas pemutakhiran daftar pemilih melakukan pemutakhiran dari rumah ke rumah, banyak keluarga yang tidak melaporkan jika ada anggota keluarga yang disabilitas. Ketidaktahuan ini menyebabkan kurangnya pelayanan. Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut? Menurut pendapat saya, ada beberapa solusi yang kiranya dapat memudahkan pencatatan data: diantaranya adalah: Jika di salah satu keluarga petugas menemui/mencurigai adanya penyandang disabilitas namun keluarga tidak melaporkan kepada petugas, Petugas dapat mencari informasi tentang keberadaan keluarga tersebut kepada tetangga-tetangganya; Jika keluarga enggan melaporkan keberadaan anggota keluarganya yang disabilitas dikarenakan malu, dan lain-lain, kita dapat membawa salah satu penyandang disabilitas yang sudah mandiri dan sukses agar dapat memberikan kesadaran kepada keluarga tersebut Dengan beberapa cara di atas, kiranya kevalidan data dapat lebih baik. Bagaimana bentuk sosialisasi yang paling tepat baik mengenai waktu maupun tata cara pemungutan suara bagi penyandang disabilitas? Sosialisasi yang paling tepat  adalah dengan simulasi di beberapa lembaga/sekolah yang dindalamnya terdapat penyandang disabilitas. Masukan agar akses pengguna hak pilih bagi penyandang disabilitas lebih mudah pada pemilu/pemilihan ke depan? Untuk penyelenggaraan Pemilu ke depannya, harapan saya adalah: Saat diadakan sosialisasi bagi penyandang disabilitas, penyandang disabilitas diharuskan membawa identitas dirinya baik berupa KTP/KK/kartu pelajar yang difungsikan untuk menunjukkan bahwa mereka merupakan warga kota Surabaya. Hal ini perlu dilakukan agar sosialisasi tepat sasaran. Sosialisasi tata cara pemungutan suara kepada penyelenggara agar lebih ditingkatkan supaya tidak terjadi kesalahpahaman antara petugas dengan penyandang disabilitas.

KPU SURABAYA LAKSANAKAN UPACARA PERINGATAN HUT RI KE-71

Hupmas, KPU SURABAYA- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, KPU Surabaya mengadakan upacara bendera pada Rabu (17/08/2016). Upacara diikuti oleh seluruh komisioner dan jajaran Sekretariat KPU Surabaya. Upacara bendera di KPU Surabaya dimulai tepat pukul 08.00. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ketua KPU Surabaya, Robiyan Arifin. Adapun pembaca teks proklamasi adalah Komisioner Divisi Hukum, Purnomo Satriyo Pringgodigdo. Sedangkan Miftakul Ghufron, Komisioner Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik, memimpin doa. Semua petugas upacara adalah staf sekretariat. Sebagai komandan upacara adalah Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik, Agus Setiyono. Sedangkan pengibar bendera adalah Moch. Fathoni (Subbag Umum), Kwartika Candra Dwi (Subbag Hukum), dan Supardi Prasetya (Subbag Umum). Upacara berlangsung hikmat dan lancar. Dalam sambutannya, Robiyan Arifin menekankan tentang pentingnya mensyukuri nikmat kemerdekaan. “Oleh karena itu, saatnya sekarang kita melakukan kerja nyata untuk Indonesia, sesuai dengan bidang pekerjaan msing-masing,” tutur pria penghobi catur tersebut.

BANGUN DINI HARI SIAPKAN TUMPENG SAMPAI LARANG PESAING PINJAM DOUBLE TIP

Selasa (16/08/2016) benar-benar menjadi hari yang luar biasa di KPU Surabaya. Sejak pagi, Staf Sekreteriat sudah hilir mudik mengangkat barang-barang dengan penuh kecermatan dan kehati-hatian. Mereka tidak sedang mengeset surat suara dan formulirnya ke kotak suara melainkan menyiapkan hidangan dan peralatan untuk lomba menghias tumpeng dalam rangka menyemarakkan peringatan HUT RI ke-71. Hupmas, KPU Surabaya Pagi itu Fathoni, Staf Keuangan, tergopoh-gopoh berjalan. Barang bawaan yang berat membuatnya tidak bisa melangkah cepat. ”Ndah, tolong turun ya. Aku nggak bisa bawa semuanya sendiri,” kata pria asli Bulak, Surabaya tersebut memanggil Endah Yuli Ekowati, rekan kerjanya. Prrraaakkkk…. Ternyata, rajungan yang dibawa Fathoni dalam baskom plastik terjatuh. Tas yang memuat rajungan putus talinya. ”Untung sudah sampai kantor baru putus. Coba kalau putusnya di jalan, bisa-bisa nggak jadi lomba,” tutur Fathoni. Penghobi catur itu pantas khawatir. Hidangan tumpeng  tesebut disiapkannya sejak dini hari. Fathoni bersama staf Subbag Program dan Data dan Staf Subbag Umum yang membidangi Keuangan berada dalam satu tim. Mereka mengusung tema  ”Tumpeng Seafood Nusantara”. Hidangan yang disajikan penuh dengan ragam produk laut. Nasi kuning dipadupadankan dengan nasi putih beserta lauk pauk berupa rajungan, cumi-cumi masak hitam, ikan pe, udang goreng, sate udang, urap-urap, tahu tempe, terong goreng dan sambal terasi.  ”Kami memilih tema Tumpeng Seafood Nusantara didasari filosofi bahwa Indonesia adalah negara kepulauan (Archipelagic State) yang kaya akan sember daya alam laut,” ungkap Endang SAR, Bendahara. Perempuan kelahiran AustraliaSurabaya 36 tahun silam itu menilai bahwa lauk pauk seperti ayam dan daging sudah biasa. ”Kami mencoba untuk bereksperimen dengan tampil berani dan berbeda,” tambah Endang. Tim Subbag Program dan Data plus Keuangan tersebut mendapat meja nomor empat. Tumpeng Seafood Nusantara dihias dengan wortel, mentimun, bendera merah putih, dan logo KPU. ”Kami bergotong royong dengan semangat 45 menghias tumpeng. Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami,” ucap Ririn Frebiyanti, Staf Keuangan. Sementara itu, Octian Anugeraha, Kasubbag Hukum, bersama dua stafnya tidak kalah sibuk. Mereka berupaya menata tumpengnya sebagus mungkin. ”Kami mengambil tema Tumpeng Kerja Nyata, seperti tema yang diambil pemerintah untuk HUT RI ke-71 ini,” ungkap Tian, sapaan akrab Octian. Tumpeng Kerja Nyata terdiri atas nasi kuning dan putih. Tak lupa 17 potong kacang panjang yang berdiri tegak di tepi tempeh. Sebanyak 8 ulir kacang panjang dianyam mengelilingi tempeh, sebagai parag nasi tumpeng. Delapan buah perkedel ditancapkan ke tumpeng sebagai manifestasi roda kehidupan. Tak lupa dua delas soft drink berwarna merah dan putih serta irisan buah semangka merah dan bengkoang putih melambangkan bendera Indonesia. Tim yang menempati meja nomor 3 ini juga tampil atraktif dengan mengenakan ikat kepala merah putih dan menempelkan bendera merah putih di pipi. ”Tadi sempat kesulitan cari double tip untuk menempel atribut. Teman-teman tim lain bercanda, menyembunyikan double tip. Setelah kami kebingungan mencari baru diberikan. Buat seru-seruan saja,” kata Prahastiwi KS, Staf Subbag Hukum, lantas terbahak. Senada dengan tim lain, Tim Subbag Teknis dan Hupmas juga berupaya menampilkan tema tumpeng yang berbeda. Tim Subbag Teknis dan Hupmas menampilkan ”Tumpeng Salam Satu Nyali, Berani”. Tumpeng Subbag Teknis dan Hupmas memang berbeda dibandingkan dengan tumpeng tim lain. ”Tumpeng Salam Satu Nyali, Berani” terdiri atas nasi merah dan putih yang melambangkan bendera merah putih. Hiasan penuh warna merah yang menyegarkan seperti teratai tomat, naga cabai merah, dan bunga wortel menambah nafsu makan penikmatnya. Tetapi, hiasan warna merah lambang berani tadi tidak sendirian. Telur rebus dan hiasan dari daun bawang berwarna putih melambangkan jiwa yang berani karena suci dalam kebenaran. Tak lupa hijaunya selada dan urap-urap daun kenikir menambah segarnya pemandangan. ”Kami memilih ”Tumpeng Salam Satu Nyali, Berani” sebagai arek Suroboyo kami ingin mewarisi semangat Bung Tomo dalam berjuang demi Indonesia. Tidak semata-mata mengandalkan keberanian, namun, sikap tersebut timbul karena berpegang pada kebenaran,” ungkap Nurita Paramita, Kasubbag Teknis dan Hupmas. Sebagai aparatur sipil pemerintahan yang bekerja dalam penyelenggaraan pemilu, keberanian dalam menjunjung tinggi integritas memang menjadi modal utama. ”Kami harus berani mengatakan tidak apabila memang ada yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tutur Ratna Rosanti, Staf Subbag Teknis dan Hupmas. ”Tumpeng Salam Satu Nyali, Berani”  yang menempati meja nomor 2 juga berani dalam rasa. Hidangan sambal goreng kentang dan hati serta ayam bakar, pedasnya terasa hingga ke ujung kepala. Urap-urap pun begitu menggigit dengan bumbu yang juga meresap ke lidah. Sebagai hidangan penutup, puding merah putih siap menawarkan rasa pedas hidangan tumpeng. Tak lupa, hiasan bebek dari ukiran apel merah dengan bendera merah putih menambah semangat bagi penikmatnya. ”Semoga, apa yang kami sajikan dapat mengingatkan kita semua agar selalu bersemangat dan berani dalam kebenaran,” tambah Arnik AS, Staf Subbag Teknis dan Hupmas. Selanjutnya adalah ”Tumpeng Jawa Timuran” yang penuh filosofi jawa dari Subbag Umum dan Logistik. Tim dengan anggota terbanyak ini menampilkan hidangan khas tumpeng Jawa Timuran yang lengkap. Mulai dari ayam bakar, urap-urap, kering tempe, rempah, hingga lodeh kluwih. ”Lodeh kluwih ini sebagai perlambang doa agar rejeki kita berlebih,” ucap Endah Purwindari, Staf Subbag Umum. ”Tumpeng Jawa Timuran” ini berukuran paling besar dibanding tumpeng tim lain. Hidangan juga dilengkapi dengan setandan pisang buah. ”Secangkir teh dan kopi sebagai budaya Jawa yang melekat ketika kita menikmati tumpeng menunjukkan bahwa tim kami berupaya nguri-uri kebudayaan Jawa,” kata Agus Setiyono Kasubbag Umum. Namun, di tengah semangat para staf menghias tumpeng, terdapat Sekretaris dan Komisioner yang kebingungan sebagai juri lomba. ”Semua tumpeng bagus, kami bingung menentukan pemenangnya,” kata Sunarno Aristono, Sekretaris KPU Surabaya. Waduh…Kalau begitu siapa pemenang lomba menghias tumpeng? ”Tunggu pengumumannya besok setelah upacara bendera 17 Agustus, ya!” kata Ketua KPU Surabaya Robiyan Arifin sambil tersenyum.