Berita Terkini

Sepinya Partisipasi Peserta Pemiluraya, Mahasiswa UNUSA Belajar dari Pengalaman KPU Kota Surabaya

  Hupmas, SURABAYA –  Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) berkunjung ke kantor KPU Surabaya, siang ini (27/04/2017). Konsultasi mengenai persiapan Pemiluraya untuk memilih Presiden BEM Universitas ini menjadi agenda utama dari kunjungan Saiful Ulum dan Rifaldi. Sepinya partisipasi paslon yang mendaftar merupakan salah satu hal yang didiskusikan secara mendalam dengan Endang Sri Arti Rahayu, Kasubbag Teknis dan Hupmas. Sampai dengan ditutupnya masa pendaftaran, hanya ada ada 1 paslon yang mendaftarkan diri. Hasil konsultasi dengan KPU Kota Surabaya yang punya pengalaman sepinya partisipasi paslon pada saat Pilwali 2015 akan menjadi masukan untuk melanjutkan proses pemilihan di kampus. “Pendaftaran paslon sudah kami buka selama dua minggu, kemudian diperpanjang sehari, tetapi hanya satu paslon yang mendaftar. Kami ingin berkonsultasi bagaimana mekanisme untuk melanjutkan proses pemilihan yang minim peserta ini,” tanya Saiful Ulum, Ketua KPU UNUSA. Menanggapi hal tersebut, Kasubbag Hukum, Octian Anugeraha, menyampaikan bahwa pemilihan dengan paslon tunggal sangat dimungkinkan terjadi, karena regulasinya sudah diatur oleh KPU RI. Untuk meningkatkan partisipasi peserta pemilihan, durasi pendaftaran, dan sosialisasi tahapan pra-pendaftaran pun harus menjadi perhatian lebih. “Tapi yang perlu diingat, segala hal yang yang akan dilakukan oleh penyelenggara pemilihan itu harus memiliki landasan hukum,” jawab pria yang genap berusia 30 tahun ini. Selain berdiskusi, 2 mahasiswa dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan ini juga melakukan tur di RPP Bung Tomo. “Atraktif dan menarik sekali konten yang ada di RPP ini. Apalagi ada ruang simulasi TPS  yang dapat kami manfaatkan bersama dengan panitia pemiluraya untuk praktek sebelum pemungutan suara nanti,” imbuh mahasiswa semester empat ini. Atas kunjungan mahasiswa UNUSA tersebut, Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik, Miftakhul Gufron, memberi tanggapan. “KPU memiliki peranan sebagai fasilitator mengedukasi masyarakat dengan memberikan pendidikan politik. Salah satu wujud edukasi adalah dengan mentoring dan supervisi kepada mahasiswa yang sedang menyelenggarakan pemilihan ditingkat universitas,” tutur Gufron.

Belajar Urgensi Tupoksi Dalam Diskusi Reboan

Hupmas-SURABAYA-Jajaran Sekretariat KPU Surabaya, dalam diskusi Reboan hari ini, Rabu (26/04/2017) diajak belajar kembali dan menggali lebih dalam mengenai Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) bersama narasumber diskusi, Kepala Sub Bagian Program dan Data KPU Surabaya, Andam Riyanto yang juga didampingi Anieq Fardah, selaku staf Sub Bag Program dan Data. Diawal paparannya, Andam Riyanto menjelaskan bahwa pada setiap organisasi pemerintahan, tupoksi merupakan bagian tidak terpisahkan dengan keberadaan organisasi tersebut. Penetapan tupoksi atas suatu unit organisasi menjadi landasan hukum organisasi dalam beraktivitas sekaligus sebagai rambu-rambu dalam pelaksanaan tugas dan berkoordinasi pada tataran aplikasi di lapangan.“Tupoksi ini merupakan satu kesatuan yang saling terkait antara tugas, pokok dan fungsi. Di dalam peraturan perundangan terkait organisasi dan tata kerja organisasi/lembaga negara, tupoksi berarti menyelenggarakan fungsi-fungsi dalam rangka melaksanakan sebuah tugas pokok,” papar pria yang pernah bertugas di Dinas Sosial Kota Surabaya ini. Andam juga menambahkan, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 04 Tahun 2010 tentang Uraian Tugas Staf Pelaksana pada Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota,  disebutkan bahwa untuk tupoksi Subbag Program dan Data salah satunya adalah mengumpulkan dan mengolah bahan hasil monitoring penyelenggaran Pemilu. “Monitoring itu sendiri bukan sekedar kita mendatangi suatu tempat, atau obyek tertentu, namun monitoring adalah  suatu proses pengumpulan dan menganalisis informasi dari penerapan suatu program termasuk mengecek secara reguler untuk melihat apakah kegiatan/program itu berjalan sesuai rencana sehingga masalah yang ditemui dapat diatasi,” imbuh Andam. Sementara itu, Sekretaris KPU Surabaya, Sunarno Aristono yang turut berdiskusi  menyampaikan pentingnya seluruh jajaran di KPU Surabaya  dari level pimpinan hingga staf mempelajari tupoksi masing-masing. “Sebuah organisasi apabila tidak berpegang pada tupoksi, maka manajemen kantor ini akan kacau. Urgensi dari mempelajari tupoksi ini adalah pertama, agar visi-misi organisasi Kita dapat terlaksana dengan baik. Kedua, agar pimpinan mudah mengawasi tugas-tugas dari bawahannya. Ketiga, sebagai feedback dari atasan dan bawahan sesuai dengan porsinya,” jelas Aris.

Tugas Akhir yang Bermuara dengan Penelitian di KPU Surabaya

Hupmas, SURABAYA –  Di salah satu sudut RPP Bung Tomo salah satu petugas Desk Pelayanan Informasi dan Dokumentasi, Farid Hardianto, dengan cekatan melayani seorang mahasiswa yang membutuhkan informasi untuk penelitian skripsi, siang ini (26/04/2017). Mochammad Wildan Fariz, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya mendatangi KPU Surabaya dengan tujuan untuk memperoleh informasi data perolehan suara pilwali 2010 dan 2015. Yang akan digunakan untuk melengkapi tugas akhir yang berjudul “Peran Pemuda Pancasila dalam Pilkada Surabaya Tahun 2015”. “Ternyata data yang saya butuhkan sudah tersedia di RPP. Papan informasi hasil perolehan suara pilwali kemarin juga mudah dicerna dan dilihat. Bahkan tidak sulit untuk dibaca karena sudah tersajikan dengan jelas dan gamblang,” ungkap mahasiswa angkatan 2013 ini. Selain mengamati papan informasi data perolehan suara, Wildan juga berkeliling RPP Bung Tomo dengan wajah sumringah. “Saya senang dengan hadirnya RPP di KPU Surabaya. Saya akan mengajak teman-teman karang taruna untuk berkunjung kesini,” ujar pria asli Surabaya ini. Sementara itu, Nur Syamsi memberikan tanggapan terkait dengan permohonan informasi yang diajukan. “Fungsi dari pendirian RPP adalah untuk menjawab kebutuhan masyarakat sebagai sarana untuk menyajikan informasi kepemiluan. Di RPP juga tersedia rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dari pileg, pilpres, pilgub, dan pilwali yang berupa papan informasi dinding. Bagi yang membutuhkan informasi tersebut tinggal difoto dan sangat accessible,” jelas Ketua KPU Surabaya tersebut.    

Graha Pemilu Mbah Lamong Untuk Demokrasi Di Kabupaten Lamongan

Hupmas, SURABAYA-Setelah beberapa Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Timur meresmikan Rumah Pintar Pemilu, kini giliran RPP Mbah Lamong yang dilaunching untuk penguatan demokrasi lokal di Kabupaten lamongan. Bertempat di halaman kantor KPU Kabupaten Lamongan, Ketua KPU RI Periode 2017-2022, Arief Budiman, hadir dan meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) kebanggaan warga Lamongan-Graha Pemilu Mbah Lamong, Sabtu (22/4/2017). Peresmian Rumah Pintar Pemilu KPU Lamongan ini disaksikan Bupati Lamongan Fadeli, bersama Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Lamongan. Selain itu, peresmian ini juga dihadiri Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, Eko Sasmito, dan jajarannya. Dalam sambutanya Arief Budiman  mengungkapkan bahwa KPU RI Periode 2012-2017 telah menancapkan prinsip-prinsip dasar penyelenggaraan lembaga negara yaitu transparansi dan akuntabilitas. “Untuk itu, KPU RI kemudian meluncurkan Rumah Pintar Pemilu dengan tujuan untuk pendidikan pemilu kepada masyarakat dalam rangka penguatan demokrasi baik tingkat lokal maupun nasional,” ungkap Arief. Lebih lanjut Ketua KPU RI periode 2017-2022 ini menjelaskan bahwa kehadiran RPP di tiap satker ini diharapkan mampu mendorong masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih tidak hanya sekedar berpartisipasi dengan menggunakan hak pilihnya, tetapi lebih dari itu masyarakat juga turut berpartisipasi aktif baik sebagai penyelenggara di tiap tingkatan atau turut mengawal setiap penyelenggaraan pemilu atau pemilihan. Di akhir sambutannya pria asal surabaya tersebut menyampaikan pesan agar setiap satker yang sudah memiliki RPP betul-betul bisa mengoptimalkan fungsi RPP tersebut. Optimalisasi bisa dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan mengundang berbagai kelompok masyarakat atau lembaga pendidikan untuk belajar pemilu dan arti penting pemilu bagi kehidupan demokrasi di RPP ini. “Kegiatan ini harus kontinyu dan konsisten agar peningkatan angka partisipasi yang kita harapkan bisa terwujud, karena substansi dari demokrasi adalah partisipasi,” pungkas Arief. Sementara itu, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, yang turut menghadiri acara Launching Graha Mbah Lamong memberikan tanggapan positif atas dilaunchingnya RPP tersebut. “Suksesnya penyelenggaraan pemilu, hakekatnya tanggung jawab semua pihak. Karenanya kita harapkan rumah pintar pemilu ini benar benar bermanfaat bagi pendidikan dan penguatan demokrasi, terutama demokratisasi lokal Kabupaten Lamongan,” ungkap pria asli Lamongan ini. (syam/cha)

Gugah Animo Masyarakat Surabaya Untuk Berkunjung Ke RPP Bung Tomo, CNN Trans Media Lakukan Liputan Khusus

Hupmas, SURABAYA – “Ibu Kwartika,” panggil Fatoni salah satu staf KPU Surabaya yang pagi ini, Selasa (25/04/2017) berperan sebagai petugas KPPS kepada Kwartika Candra Dewi yang sedang duduk diantrian kursi pemilih, dalam simulasi TPS yang diliput CNN Trans Media. Liputan dan kunjungan tim CNN Trans Media mendadak mengalihkan kegiatan hampir seluruh staf sekretariat KPU Surabaya yang saat itu sedang bertugas menjalani aktivitas kedinasan perkantoran. Beberapa staf yang sedang bekerja diminta untuk mensimulasikan tata cara pencoblosan di ruang II RPP Bung Tomo. Dengan antusias staf yang berjumlah 12 orang memperagakan secara aktual bagaimana proses pemungutan suara di TPS. Masing-masing staf berperan sebagai petugas KPPS yang berjumlah 7 orang, 2 saksi, 1 petugas keamanan, dan 2 pemilih. “Ini adalah RPP yang pertama kali kami liput,” ungkap Ghea Clarissa, reporter CNN yang didampingi kameraman Andreas Wijaksono. Ghea menambahkan bahwa tujuan meliput RPP Bung Tomo adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang inovasi baru dari KPU Surabaya. “Semoga liputan kami bisa menggugah keinginan masyarakat Surabaya untuk berkunjung ke RPP Bung Tomo ini,” ungkap lulusan FISIP Unair ini. Sementara itu, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi saat diwawancarai oleh tim liputan CNN Trans Media menyampaikan bahwa untuk mengoptimalkan pengunjung di RPP, sesuai instruksi dari Ketua KPU RI, Arief Budiman, saat meresmikan RPP Graha Pemilu Mbah Lamong, Sabtu (22/04/2017), KPU Kabupaten/Kota diharapkan telah menyiapkan agenda kunjungan bagi lembaga formal pendidikan dan kelompok masyarakat. “Minimal dalam seminggu ada satu kunjungan untuk kami ajak belajar dan diskusi tentang kepemiluan serta apa saja yang kira-kira belum dipahami oleh mereka, dengan memanfaatkan media yang ada di RPP Bung Tomo ini. Sekali lagi kami tegaskan bahwa salah satu tujuan didirikannya RPP ini agar mendongkrak angka partisipasi dan kesadaran masyarakat, karena ada kecenderungan tingkat partisipasi masyarakat di kota besar itu stagnan bahkan cenderung menurun,” pungkas pria lulusan Unesa ini.

Optimalisasi Keberadaan RPP Bung Tomo Dibahas Dalam Rapat Pleno Rutin KPU Surabaya

Hupmas, SURABAYA-KPU Surabaya optimalkan kegiatan Pendidikan Pemilu dengan terus memperkenalkan RPP Bung Tomo yang kini telah hadir di Kota Surabaya. Optimalisasi keberadaan RPP Bung Tomo menjadi salah satu pokok bahasan dalam Rapat Pleno rutin KPU Surabaya, Selasa (25/04/2017), selain pembahasan tentang proyeksi jumlah DPT dan jumlah TPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018, sebagai tindak lanjut dari Surat KPU Provinsi Jawa Timur Nomor: 15/PP.09.3-SD/35/IV/2017 perihal permintaan data jumlah DPT, KK, dan TPS untuk Pilkada serentak Tahun 2018. Rencana melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur di Kota Surabaya dan Pengurus Karang Taruna di Kota Surabaya adalah salah satu rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Selain rencana audiensi, pengenalan RPP Bung Tomo kepada masyarakat, terutama pemilih pemula adalah dengan membuat jadwal visitasi. Sehingga, keberadaan RPP Bung Tomo benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Surabaya,” ungkap Divisi Umum, Keuangan dan Logistik KPU Surabaya, Miftakhul Gufron. Gufron menambahkan, setelah sukses dalam launching RPP tanggal 18 April 2017 yang lalu, tugas KPU Surabaya belum usai. “Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama inovasi serta gebrakan lain untuk membuat RPP kebanggaan kita semua ini semakin semarak dikunjungi masyarakat,” imbuh Gufron Pengenalan RPP  Bung Tomo penting untuk dilakukan agar warga masyarakat  dapat menambah pengetahuannya tentang Pendidikan Kepemiluan dan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan kesadaran sendiri dan tanpa paksaan. Penggunaan hak pilih secara sukarela diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pemilu dengan melahirkan pemimpin yang baik. KPU Surabaya berusaha keras agar kedepan jumlah partisipasi jumlah pemilih tiap tiap pemilu meningkat. Menyongsong penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun  2018, KPU Surabaya akan gencar melakukan sosialisasi pendidikan pemilih dan memperkenalkan RPP kepada masyarakat, baik kunjungan ke sekolah, instansi maupun melakukan informasi secara massive melalui media sosial. (cha)