KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya kembali menggelar program rutin Sinau Demokrasi & Kepemiluan (SiDePe). Memasuki Sesi ke-19, kegiatan ini dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor KPU Kota Surabaya pada Senin (1/12/2025). Dalam sesi kali ini, KPU Surabaya menghadirkan perspektif berbeda dengan mengundang seniman kartun ternama, Wahyu Kokkang, sebagai narasumber utama. Diskusi tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Surabaya, staf KPU Kota Surabaya, para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta mahasiswa magang. Anggota KPU Kota Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Subairi dalam Sambutanya kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan para pekerja seni. Ia mengakui bahwa pendekatan artistik sangat krusial dalam menyukseskan agenda sosialisasi kepemiluan. "Seniman sangat membantu KPU Kota Surabaya dalam giat sosialisasi di pemilihan Pilkada sebelumnya," jelas Subairi. Lebih lanjut, Subairi mencontohkan beberapa inisiatif kreatif yang telah dilakukan, seperti lomba Maskot, Mural, dan lomba kartun. Menurutnya, karya-karya tersebut sangat efektif untuk kepentingan sosialisasi kepada masyarakat luas agar lebih mudah mencerna informasi kepemiluan. Wahyu Kokkang dalam paparannya menyoroti kekuatan visual sebagai alat komunikasi yang efektif, termasuk dalam konteks demokrasi. Menurutnya, seni rupa memiliki kemampuan unik untuk menyampaikan pesan kompleks secara instan tanpa perlu banyak narasi verbal. "Dengan seni, semua orang sudah memahami apa maksud yang diutarakan tanpa kita jelaskan. Kita bisa mengucapkan gagasan tanpa kita ungkapkan," ujar Wahyu menekankan pentingnya bahasa visual. Kegiatan SiDePe ini diharapkan dapat terus meningkatkan wawasan para penyelenggara pemilu, khususnya dalam memanfaatkan media kreatif untuk pendidikan pemilih di masa depan.(RM.dkk)