Berita Terkini

Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemungutan Dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024

KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemungutan Dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024” di lantai 2 Kantor KPU Kota Surabaya, Rabu, 25 Februari 2026  Detta Anugrah Heni dan Ikhbal Andi Febrianto sebagai pemapar materi. Diskusi dipandu oleh Deny Prassetyo selaku moderator, dengan Pramudya.A.W bertugas sebagai notulis. Dalam forum tersebut, dipaparkan bahwa dasar pelaksanaan pemungutan dan Penghitungan suara Pemilu Tahun 2024 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, mengatur detail teknis mulai dari hak pilih hingga penetapan jadwal, di mana pemungutan suara dilaksanakan serentak pada 14 Februari 2024 dan dilanjutkan dengan rekapitulasi berjenjang 15 Februari 2024 hingga 20 Maret 2024 Kegiatan ini juga sekaligus berbagi pengalaman dan dinamika selama tahapan Pemungutan Dan Penghitungan Suara Pemilu Tahun 2024 diantara adanya kendala logistik di lapangan dan adanya  Pemungutan Suara Ulang. Anggota KPU Divisi Teknis Penyelengaraan, Bakron Hadi menambahkan "dalam materi tadi pemungutan itu prosesnya seperti apa, bisa di jelaskan mendetail lagi seperti urutan Penghitungan surat suara Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi sampai DPRD Kabupaten/Kota mungkin bisa di tambahkan kematerinya karena aturanya ada", tuturnya  Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno, menambahkan catatan selama saya melakukan monitoring bimbingan teknis di lapangan “sebenarnya dari PPS atau PPK sudah bagus memberi bimbingan teknis tetapi masih ada beberapa dari petugas KPPS yang tidak bisa mengikuti”. Ujarnya  Kegiatan ini menjadi ruang bertukar gagasan dan pembelajaran bersama dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Umum ke selanjutnya. FGD ini turut diikuti Anggota KPU Kota Surabaya Naafilah Astri Swarist, Sekretaris KPU Kota Surabaya Titus Saptadi serta Kepala Subbagian, Staf KPU Kota Surabaya dan Mahasiswa magang dari Unesa.(RM.dkk)

Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya serta Pemkot Surabaya terus koordinasi untuk mensukseskan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan I Tahun 2026.

KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya serta Pemkot Surabaya terus koordinasi untuk mensukseskan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan I Tahun 2026. Ini terlihat dari rapat koordinasi yang dilaksanakan Selasa, 24 Februari 2026, di Kantor Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Surabaya.  Hadir dari KPU Surabaya Ketua Soeprayitno, Divisi Perencanaan Data dan Informasi Naafillah Astri S, Sekretaris Titus Saptadi, dan Kasubag KUL Raditya. Dari Bakesbang, Kabid Politik dan Wawasan Kebangsaan Ahmad Daya Prasetyono, serta perwakilan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).  "Kami meminta dukungan Pemkot dalam mensosialisasikan agenda PDPB triwulan I Tahun 2026 ini. Dengan harapan, dari sosialisasi tersebut, warga Kota Surabaya mengetahui, sehingga saat tim KPU Surabaya masuk dan keluar pemukiman guna melakukan pencocokkan dan penelitian terbatas bisa berjalan lancar, " harap Soeprayitno.  Untuk itu, sosialisasi oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) bisa sampai ke kecamatan, kelurahan, bahkan hingga RW serta RT se Surabaya.  "Nanti KPU yang membuat desain pengumuman, pihak Kominfo, camat, lurah yang akan mengunggah ke sosial media serta website resmi pemerintah kota, " tambah Ahmad Daya.(RM.dkk)

KPU KOTA SURABAYA MELAKSANAKAN APEL PAGI

KPUSBY-KPU Surabaya menggelar apel, Senin, 23 Februari 2026. Ini merupakan apel perdana pada Ramadan 1447 Hijriah. Setelah menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa, Ketua KPU Surabaya, Soeprayitno dalam arahan apel menyampaikan terima kasih kepada teman-teman sekretariat yang meme domani serta mengaplikasikan Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) .  Menurutnya, penerapan Panca Prasetya Korpri dimulai dari kedisiplinan kedatangan ke kantor. Semua saja, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga komisioner.  "Kedisiplinan kedatangan menjadi tolok ukur sederhana arti profesional panjenengan sebagai Aparatur Sipil Negara, " kata Soeprayitno.  Kedatangan serta kepulangan ASN di lingkungan hingga komisioner di KPU Surabaya, semua masuk dalam record catatan atau alat kerja pengawasan Jagat Saksana. Pencatatannya per kedatangan personil selalu maju dari sisi waktu, jam dan menit pada baris pencatatan di bawahnya.  Selain itu, ada pelapis kedua kedisiplinan berupa buku kendali yang wajib diisi ASN bersangkutan mengenai waktu datang serta pulang, yang ini dijadikan bukti dukung laporan SPIP.  Berikutnya, absensi finger print sebagai lapis ketiga, yang juga merupakan acuan penghitungan tunjangan kinerja (Tukin).  Berikutnya, Soeprayitno juga mengingatkan kembali mengenai kewajiban KPU Surabaya sebagai pelayan permohonan informasi. Kewajiban ini harus benar-benar dipahami semua warga Satker, mengingat terdapat tagline KPU Melayani, serta menghindari munculnya potensi sengketa informasi atas permintaan informasi yang kurang direspon dengan baik.  "Sekali lagi, terima kasih banyak atas profesionalitasnya. Selalu bijak dalam bersosial media. Dan selamat menanti waktu berbuka puasa untuk hari ini. Semoga ibadah puasa panjenengan diterima Allah SWT, " pungkasnya.(RM.dkk)

Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pendaftaran dan Verifikasi Peserta Pemilu Tahun 2024

KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pendaftaran dan Verifikasi Peserta Pemilu Tahun 2024” di lantai 2 Kantor KPU Kota Surabaya, Rabu, 18 Februari 2026  Putri Irma Tanti dan Zyyan Atima Dayyana sebagai pemapar materi. Diskusi dipandu oleh Puguh Budiono selaku moderator, dengan Afisia Delima bertugas sebagai notulensi. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu merupakan tahapan strategis yang menentukan siapa saja  Partai Politik yang menjadi peserta Pemilu. Proses ini tidak sekadar administrasi, melainkan mekanisme untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Verifikasi dilakukan secara cermat guna menjamin validitas data dan mencegah terjadinya kesalahan administratif yang berpotensi menimbulkan sengketa. Tak hanya pemaparan materi, kegiatan ini juga sekaligus berbagi pengalaman dan dinamika selama tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Peserta Pemilu 2024 oleh pimpinan dan staf KPU Kota Surabaya. Berbagai tantangan teknis sebagai contoh kasus ada warga yang namanya tercantum sebagai anggota Parpol, tapi menurutnya tidak pernah mendaftar sebagai anggota Parpol. Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno, mengungkapkan bahwa saat tahapan tersebut berlangsung dirinya masih menjabat sebagai Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan. “Dalam menjalankan tugas, saya selalu berdiskusi dengan Bawaslu dan berpedoman pada Undang-undang, PKPU dan Surat Edaran dari KPU RI. Di KPU, hierarki itu tegak lurus dan menjadi pedoman Kerja,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran atas salah satu tahapan krusial dalam penyelenggaraan Pemilu. FGD ini turut diikuti Anggota KPU Kota Surabaya Naafilah Astri Swarist, Bakron Hadi, dan Jatayu Kresna Tama, serta Sekretaris KPU Kota Surabaya Titus Saptadi, Kepala Subbagian, Staf KPU Kota Surabaya, serta Mahasiswa magang dari Unesa.(RM.dkk)

KPU Kota Surabaya Melaksanakan Jumat Sehat

KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya kembali menggelar kegiatan Jumat Sehat dengan jalan santai bersama di sekitar Alun-alun Surabaya. Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi agenda rutin sebagai upaya menanamkan pola hidup sehat di lingkungan kerja, melalui olahraga pagi, diharapkan kesehatan dan kebugaran seluruh pegawai KPU Kota Surabaya dapat terus terjaga sehingga mampu menunjang kinerja yang optimal. Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris serta seluruh jajaran sekretariat KPU Kota Surabaya.(RM.dkk)

Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu dan Pemilihan

KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu dan Pemilihan” di lantai 2 Kantor KPU Kota Surabaya, Rabu, 11 Februari 2026 Puguh Budiono dan Afisia Dewima sebagai pemapar materi dalam kegiatan tersebut, dengan Zyyan Atima Dayyana bertindak sebagai moderator dan Putri Iram Tanti sebagai notulensi. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci agar data dapat tersinkronisasi secara akurat dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak kehilangan hak pilihnya. Selain itu, turut dipaparkan berbagai dinamika dan pengalaman pada tahapan sebelumnya. Mulai dari kendala teknis, tantangan koordinasi antarinstansi, hingga temuan-temuan menarik di lapangan yang menjadi bahan evaluasi bersama. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting guna meningkatkan kualitas pemutakhiran data pemilih ke depan agar semakin akurat, transparan, dan akuntabel. Kegiatan berlangsung dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan Komisioner, Sekretaris, Kepala Subbagian (Kasubbag), staf hingga mahasiswa magang. Salah satu pertanyaan menarik datang dari Hawa Mahasiswa Magang Unesa yang menanyakan kegunaan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dalam pengelolaan data selama ini. Menanggapi hal tersebut, Puguh Budiono menjelaskan bahwa Sidalih memiliki peran sangat penting dalam mencegah terjadinya data ganda atau penumpukan data yang sebelumnya kerap terjadi. Sejak penerapan Sidalih, proses pencocokan dan penelitian (coklit) data menjadi lebih akurat, transparan, dan terintegrasi. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua KPU Kota Surabaya Soeprayitno, Anggota KPU Kota Surabaya Naafilah Astri Swarist, Bakron Hadi, dan Jatayu Kresna Tama, serta Sekretaris KPU Kota Surabaya Titus Saptadi. Turut hadir pula para Kasubbag, staf KPU Kota Surabaya, serta mahasiswa magang Unesa.(RM.dkk)