Berita Terkini

RAPAT PLENO KPU SURABAYA, MATANGKAN ROAD MAP KELAS PEMILU

Hupmas, SURABAYA-KPU Surabaya akan segera memiliki program baru berupa perekrutan peserta kelas Pemilu. Program tersebut merupakan salah satu bentuk fasilitasi pendidikan pemilih sekaligus untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Surabaya untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2018 serta Pileg Pilpres Tahun 2019. Pembahasan tentang Kelas Pemilu, menjadi agenda penting yang dibahas dalam Rapat Pleno KPU Kota Surabaya, Selasa (16/05/2017). Diawal Rapat Pleno, Divisi Umum, Keuangan dan Logistik, Miftakhul Gufron, menjelaskan, ide pembentukan Kelas Pemilu ini sendiri merupakan hasil dari audiensi yang dilakukan oleh KPU Kota Surabaya dengan UPT Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Surabaya serta pengurus Karang Taruna Kota Surabaya beberapa waktu lalu. “Perlu dibahas lebih matang tentang program Kelas Pemilu ini, dengan membuat semacam “kurikulum” Kelas Pemilu yang meliputi pola ajar yang akan digunakan, syarat peserta Kelas Pemilu apa saja, materi yang akan disajikan dan juga kuota peserta. Oleh karena itu menjadi penting bagi KPU Surabaya untuk belajar ke KPU Kabupaten/Kota lain yang telah melaksanakan Kelas Pemilu,”ungkap Gufron. “Ada beberapa materi yang mungkin bisa disampaikan dalam Kelas Pemilu seperti, arti penting pemilu, kriteria pemilih dalam pemilu, hingga bagaimana menjadi pemilih yang cerdas, serta pendistribusian logistik, dan bisa jadi dengan mengadaptasi pola ajar ala BRIDGE (Building Resources in Democracy, Governance and Elections) di mana peserta diajak bermain peran, berdiskusi, praktek pemilihan umum dan sedikit teori, akan meminimalisir tingkat kejenuhan para peserta,” pungkasnya

TEKAN ANGKA GOLPUT DALAM PEMILIHAN NAHKODA BARU, HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK FISIKA ITS SURABAYA GUNAKAN MEDSOS

Hupmas, SURABAYA- Praktik pelaksanaan demokrasi secara langsung oleh para pemilih pemula selalu menjadi perhatian KPU Surabaya. Hal itu sejalan dengan pendidikan pemilih yang menjadi tugas penyelenggara pemilu. Salah satunya  dengan melaksanakan mentoring kepada Panitia Pemilihan Umum (PPU) Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika (HMTF), ITS Surabaya, Senin (15/05/2017). Dua orang anggota PPU HMTF ITS Surabaya, Muhammad Yahya dan Muhammad Tegar,  mendatangi KPU Surabaya selain datang untuk mengajukan permohonan peminjaman prasarana yang digunakan dalam pemilihan tersebut, yaitu kotak dan bilik suara, ternyata mereka juga ingin belajar bagaimana menyelenggarakan suatu Pemilihan yang tertata baik serta ingin mengunjungi Rumah Pintar Pemilu Bung Tomo. Yahya dan Tegar, demikian dua orang mahasiswa tersebut biasa dipanggil, mendapat mentoring dari KPU Surabaya mengenai penyelenggaraan Pemilihan yang akan dilaksanakan pada tanggal 17-19 Mei 2017. ”Saat ini kami memasuki tahapan masa tenang menjelang hari H Coblosan Pemilihan Ketua HMTF ITS, bahasa keren kami di medsos untuk sosialisasi ke teman-teman di kampus sih Suksesi Ketua HMTF ITS,” ungkap Yahya. Yahya menambahkan, untuk pemilihan Ketua HMTF ITS Tahun 2017/2018 sudah ada 2 (dua) kandidat pasangan calon yang akan bertarung memperebutkan simpati 300 orang mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS Surabaya. “Terus terang kami mengejar angka partisipasi pemilih, sehingga gencar menggunakan “Line”. Silahkan add Line id kami di @hmtf_its untuk melihat perkembangan tahapan, dan setiap kami membuat status yang bersifat ajakan pasti diakhiri dengan #ojogolput, karena miris ketika mengetahui banyak anak muda tapi apatis dengan semua hal yang berbau  pemilu,” imbuh mahasiswa asal Bekasi tersebut. Sementara itu, Divisi SDM dan Parmas KPU Surabaya, Nur Syamsi mengapresiasi segala bentuk praktik demokrasi yang dilaksanakan di kampus. “Dengan menggunakan jargon-jargon kekinian “ojo golput, “sido suksesi” dan sebagainya dalam bermedsos untuk sosialisasi paling tidak menandakan ada semangat dari Panitia Pemilihan ini untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan menekan angka golput,”jelas Syamsi. (cha)

APEL PAGI KPU SURABAYA, BELAJAR MAKNAI KEHIDUPAN LEWAT SYAIR LAGU

Hupmas, SURABAYA- Mengadopsi cara yang dilakukan oleh para wali  yang sangat piawai dalam mendesain dakwah yang hendak disampaikannya kepada khalayak ramai dengan menggunakan berbagai macam sarana dan media dakwah. Divisi Perencanaan dan Data KPU Surabaya, Robiyan Arifin, mencoba memberikan amanah sebagai pemimpin apel melalui pendekatan seni dengan “nembang” Tombo Ati, pagi ini, Senin (15/05/2017).  “Tombo ati iku limo perkorone. Kaping pisan moco Qur’an lan maknane. Kaping pindho sholat wengi lakonono. Kaping telu wong kang sholeh kumpulono. Kaping papat weteng iro ingkang luwe. Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe. Salah sawijine sopo biso ngelakoni. Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani” “Tembang ini berisi nasihat kepada kita, supaya hati kita selalu tenang dan selalu dekat kepada-Nya, ada 5 (lima) resep yang harus kita laksanakan dalam mengarungi kehidupan ini. Jika kelima resep ini benar-benar kita laksanakan Insya Allah hidup kita akan bahagia, karena hati kita telah merasa tentram dan damai. Lima resep ini juga sangat baik untuk dilaksanakan sekarang ini, terutama sebagai “obat penawar” dari berbagai luka yang sedang menimpa bumi pertiwi ini,” ungkap pria asli Situbondo ini. (cha)

TERTARIK DENGAN PEMBERITAAN DI MEDIA, DUA MAHASISWA JURUSAN TEKNIK FISIKA ITS SAMBANGI RPP BUNG TOMO

Hupmas, SURABAYA-Pemberitaan seputar RPP Bung Tomo telah menarik perhatian, Muhammad Yahya dan Muhammad Tegar, 2 (dua) orang mahasiswa Jurusan Teknik Fisika ITS Surabaya untuk menyambangi RPP yang telah dilaunching tanggal 18 April tersebut. “Mumpung sudah di KPU Surabaya, jadi sekalian melihat langsung Rumah Pintar Pemilu, ternyata lucu juga, selain itu komplit lagi datanya dari pemilu ke pemilu,” ungkap Tegar. Tegar menambahkan, beberapa waktu lalu membaca pemberitaan tentang RPP Bung Tomo, hingga muncul ketertarikannya untuk bisa menyambanginya. “Semangat KPU untuk meningkatkan ketertarikan orang awam untuk belajar tentang pemilu dan demokrasi itu asyik, tidak perlu dijejali dengan buku yang tebal tapi cukup dibuatkan display yang menarik dan unik,” imbuh mahasiswa asli Tulungagung ini. Farid Hardianto, tour guide yang bertugas hari ini, Senin (15/05/2017) menjelaskan secara detail panel-panel yang ada di RPP Bung Tomo. Selain dilengkapi dengan ruang audio visual, perpustakaan dan ruang PPID yang juga dilengkapi dengan TV untuk melihat film dokumenter tentang Pemilu, RPP Bung Tomo dilengkapi tablet untuk bermain game kepemiluan “RPP ini dibuat sekomplit mungkin dan semenarik mungkin. Mengapa? Karena salah satu tujuan didirikannya RPP ini agar mendongkrak angka partisipasi dan kesadaran masyarakat, karena ada kecenderungan tingkat partisipasi masyarakat di kota besar itu stagnan bahkan cenderung menurun,” jelas Farid sambil berkeliling RPP. (cha)

WARNAI JUM’AT SEHAT DENGAN JALAN SANTAI

Hupmas, SURABAYA-Untuk menyegarkan badan dan pikiran, Jumat Sehat KPU Surabaya hari ini (12/05/2017) diisi dengan kegiatan jalan santai. Adapun rute jalan santai pagi ini adalah KPU Surabaya-Kodam V Brawijaya-KPU Surabaya.  Menempuh jarak kurang lebih 3 kilometer,  pasukan KPU Surabaya  dengan penuh semangat melahap rute yang telah ditentukan. Sekretaris KPU Surabaya, Sunarno Aristono  mengungkapkan, KPU Surabaya  akan terus membangun tradisi jalan santai ini.  “Berjalan kaki bagi sebagian orang mungkin melelahkan, tetapi bagi kebanyakan orang justru sangat digemari karena murah meriah dan banyak manfaatnya.  Selain membuat tubuh kita bergerak dan berkeringat,  jalan santai ini juga meningkatkan silahturahmi. Setiap orang dapat berinteraksi dengan sekitar sambil menghirup udara pagi yang segar,” ungkap pria asli Gunungsari Surabaya. (cha)

WOW! FOTOGRAFER KPU SURABAYA AKAN IKUTI PAMERAN FOTO 10 WINDU LKBN ANTARA

Hupmas, SURABAYA-Angkat tema Photo Story “Kertas Suara”, salah satu staf Subbag Umum KPU Surabaya, Farid Hardianto, akan turut meramaikan Pameran dan Peluncuran Buku hasil Workshop Sinau Foto  Antara 2, “NIRMANA” dalam rangka menyambut 10 Windu LKBN Antara, pada hari Sabtu (20/05/2017), pukul 19.00 WIB di Ruang Serba Guna Kantor Antara Jatim, Jalan Kombes Pol M Duriyat No 41 A-B Surabaya. Acara Pameran dan Peluncuran Buku hasil Workshop Sinau Foto Antara 2, “NIRMANA”, ini merupakan persembahan dari Antara Jatim yang bekerjasama dengan Antara Foto serta Galeri Foto Jurnalistik Antara. Selama ini Kita mengenal sosok Farid Hardianto sebagai orang dibalik layar dalam setiap foto kegiatan KPU Surabaya yang terpublish di halaman Website KPU Surabaya. Namun, siapa yang menyangka setelah mengikuti Kursus Fotografi di LKBN ANTARA selama lebih dari 6 (enam) bulan, pria asli Surabaya ini  termasuk dalam 9 (sembilan) orang dari 15 (lima belas) orang peserta workshop yang Photo Story-nya lolos seleksi untuk meramaikan Pameran Foto 10 Windu LKBN Antara. “Rasanya nano-nano mempersiapkan foto-foto yang akan dipamerkan tanggal 20 Mei,” ungkap Farid  saat membuka obrolan di siang ini, Jum’at (12/05/2017). Photo Story “Kertas Suara” diangkat oleh bapak 3 (tiga) orang anak ini mengingat sehari-hari bekerja di institusi Penyelenggara Pemilu. Banyak cerita dan hal yang bisa didokumentasikan sepanjang penyelenggaraan Pemilu itu sendiri.  “Selama ini orang melihat Pemilu hanya sebatas aktifitas memberikan suara di TPS, padahal banyak cerita dibalik itu yang menarik untuk diketahui, terutama tentang Surat Suara. Hal inilah yang coba saya sajikan dalam Pameran Foto tanggal 20 Mei,” jelas Farid. “Saya cukup beruntung bisa mengikuti workshop “Sinau Foto Antara 2” ini. Semua tidak lepas dari kesempatan yang diberikan oleh KPU Surabaya, bahkan fasilitas kamera juga disediakan kantor. Tidak bisa dipungkiri mengikuti workshop ini memang membuat saya begitu cinta dengan dunia fotografi. Ya bisa dikatakan saya baru saja jatuh hati dengan dunia fotografi ini” ungkap Farid lantas tergelak. Farid menambahkan, selama mengikuti workshop, ternyata  banyak  teknik-teknik fotografi yang perlu diketahui agar foto yang dihasilkan dapat bercerita dan bisa menyampaikan pesan yang ingin kita bawa, Selain itu, perlu didukung oleh teknik fotografi yang tepat agar pesan tersebut dapat tersampaikan dengan jelas. “Hemm…saya jadi dapat ilmu baru deh selama ikut workshop ini dan setidaknya dengan mengikuti pameran foto, bisa mengukur sampai di mana tingkat kemampuan dan pelajaran yang sudah saya serap selama mengikuti worskhop. Ini momen pameran foto pertama saya, padahal masih jadi fotografer amatiran,” pungkasnya. Semoga Sukses Pamerannya ya Mas Farid, Salam Jepret! (cha)