Berita Terkini

GIATKAN GMHP, KPU SURABAYA SASAR PENGUNJUNG TAMAN SURABAYA

Hupmas, SURABAYA – Menjelang berakhirnya program Gerakan Melindungi Hak Pilih (#GMHP) pada tanggal 28 Oktober 2018, Sabtu malam (27/10/2018) KPU Surabaya bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tergabung dalam wilayah daerah pemilihan (dapil) 1 melaksanakan sosialisasi #GMHP di Taman Suroboyo Kecamatan Bulak. Kegiatan yang dimulai pukul 18.00 dilakukan pembagian brosur #GMHP dan pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 kepada pengunjung Taman Suroboyo. Dalam kegiatan tersebut, ditemukan beberapa pengunjung yang belum masuk dalam DPT sehingga nama-nama yang belum masuk tersebut, langsung didata oleh PPK yang bertugas. Kegiatan sosialisasi mendapatkan apresiasi dan respon yang sangat baik dari pengunjung. “Kegiatan yang dilakukan KPU ini sangat positif, KPU langsung menjemput bola. Harapan saya dengan kegiatan ini, semoga bisa meminimalisir angka golput ketika pemilu April 2019 mendatang”, jelas Andrian yang merupakan Crew KompasTV cabang Surabaya. Acara kegiatan malam ini ditutup pukul 21.30 WIB. Informasi lebih lanjut, masyarakat bisa melakukan pengecekan secara mandiri apakah sudah masuk DPT atau belum, melalui aplikasi android KPU RI PEMILU 2019. (guh/esar)

MENDEKATI HARI TERAKHIR GMHP, KPU TELUSURI APARTEMEN DI SURABAYA UNTUK LINDUNGI HAK PILIH

Hupmas, SURABAYA – Mendekati hari terakhir Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) pada tanggal 28 Oktober 2018, Jum’at (26/10/2018), staf sekretariatan KPU Surabaya turun langsung untuk menelusuri Apartemen yang ada di Surabaya untuk melaksanakan sosialisasi GMHP. Apartemen Surabaya yang dituju adalah Apartemen Pavilion Permata, Apartemen Puncak Bukit Golf, Apartemen Puncak Permai, Apartemen Taman Beverly, Apartemen Metropolis, Apartemen Voila, Apartemen Gunawangsa, Apartemen Puncak Kertajaya dan Apartemen Tamansari Papilio. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melindungi hak pilih para penghuni Apartemen agar dipastikan sudah terdaftar dalam Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 dengan melakukan kerjasama bersama Tim Manajemen Apartemen tersebut. (lay)

BERDIALOG DI RADIO SALAH SATU UPAYA SOSIALISASI DENGAN JANGKAUAN YANG LEBIH LUAS

Hupmas, SURABAYA – Senin (26/11/2018), anggota KPU Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan, Nurul Amalia menjadi narasumber di Radio Suara Muslim Surabaya. Ditemani dengan Pakar Hukum dari Universitas Airlangga Surabaya, Suparto Wijoyo untuk menanggapi isu yang berkembang terkait dengan pemilihan umum tahun 2019. Salah satu isu yang berkembang saat ini yaitu tentang gangguan jiwa mendapat hak pilih saat pemilu 2019, sehingga Radio Suara Muslim mengajak kedua narasumber pada pagi hari ini untuk berdialog. Setelah menanggapi isu tersebut, KPU Surabaya juga mempertegas terkait dengan hak memilih seperti diketahui pasal 198 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Berdialog di radio sebagai penyampai informasi dengan jangkauan yang lebih luas merupakan salah satu upaya KPU Surabaya untuk mendekatkan diri dengan warga Surabaya. (lay/esar)

BERKUNJUNG KE LAPAS PORONG GUNA MELINDUNGI HAK PILIH

Hupmas, SURABAYA – Dalam rangka untuk melindungi hak pilih penduduk yang berpotensi menjadi pemilih rentan, KPU Surabaya melakukan kunjungan dan kerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, di Lapas tingkat I Kota Surabaya yang berlokasi di Porong pada Kamis siang (25/10/2018). Pada kesempatan ini KPU Surabaya yang diwakili oleh anggota KPU Surabaya Divisi Perencanaan dan Data, Robiyan Arifin disertai dengan operator mutarlih (pemutakhiran data pemilih) KPU Surabaya berkesempatan melakukan sampling cek terhadap penduduk Surabaya yang sedang berada di lapas Porong. Apabila yang bersangkutan memiliki KTP-el maka akan dimasukkan dalam database kependudukan dan mendapatkan kesempatan untuk menyalurkan hak pilihnya. Jika ternyata belum terdaftar dalam database kependudukan, Dispendukcapil langsung melakukan perekaman biometrik. Perekaman biometrik ini berguna untuk memunculkan NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang valid dan menjadi dasar bagi KPU untuk memasukkan warga binaan dalam daftar pemilih tetap di Kota Surabaya. (qie)

RAKOR PELAPORAN AKHIR PILGUB 2018 DAN TAHAPAN PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – Tahapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 telah berakhir dan saat ini telah memasuki tahapan Pemilihan Umum tahun 2019 yang sedang berjalan. Maka KPU Provinsi Jawa Timur mengundang seluruh Sekretaris KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaporan Akhir Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 serta Koordinasi Pelaksanaan Tahapan Pemilu 2019 pada Kamis pagi (25/10/2018). Sekretaris KPU Surabaya, Sunarno Aristono menghadiri Rakor yang bertempat di Kantor KPU Provinsi Jawa Timur. Inti dari Rakor hari ini adalah untuk melaporkan progress report kesiapan penerimaan dropping logistik, pengadaan perlengkapan TPS (Tempat Pemungutan Suara), Pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) hingga pengadaan mobil dinas. (lay)

SOSIALISASI KELUARGA SADAR PEMILU RANGKUL PKK KECAMATAN TAMBAKSARI

Hupmas, SURABAYA –  Kamis pagi (25/10/2018), KPU Surabaya melanjutkan soisialisasi forum warga berbasis keluarga. Bertempat di Pendopo Praja Agung Kecamatan Tambaksari, sosialisasi di ikuti oleh ibu-ibu Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kecamatan Tambaksari. Anggota KPU Surabaya, Miftakul Ghufron, menjadi narasumber di acara yang berlangsung dengan penuh keakraban tersebut. Pria kelahiran Grobogan ini menjelaskan pentingya keluarga dalam menyaring informasi yang masuk, terlebih menjelang pemilu. Turut pula disampaikan kepada peserta sosialisasi mengenai jumlah surat suara yang akan digunakan dalam pemilu 2019 nanti. Hal ini dipandang perlu karena ketika memilih di dalam bilik suara nanti tidak perlu lama-lama karena sudah mempunyai pilihan. “Penting Bu, ketika memilih nanti sudah tahu calonnya siapa yang mau dipilih. Karena akan ada 5 (lima) surat suara,” jelas Ghufron. Selain menjelaskan materi kepemiluan, dalam sosialisasi ini dimanfaatkan untuk mengecek peserta yang hadir apakah sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau belum. Dalam pengecekan ini, turut pula anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tambaksari, Ribut Madyono, yang turut membantu mengecek nama peserta apa sudah masuk dalam DPT atau belum melalui aplikasi android “KPU RI Pemilu 2019”. Sosialisasi yang berlangsung kurang lebih 90 (sembilan puluh) menit ini ditutup dengan penyerahan sertifikat oleh KPU Surabaya kepada Ketua TP PKK Tambaksari yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (guh/esar)