Berita Terkini

KOTAK SUARA DAN BILIK SUARA MULAI DIDISTRIBUSIKAN KE KECAMATAN

Hupmas, SURABAYA –  Selasa (12/03/2019), KPU Surabaya laksanakan distribusi logistik Pemilu 2019 berupa kotak suara dan bilik suara ke beberapa Kecamatan. Yang meliputi Kecamatan Semampir, Bulak, Gunung Anyar, Rungkut, dan Asemrowo. Sementara Senin kemarin (11/03/2019), beberapa kecamatan seperti Genteng, Gubeng, Kerembangan, Simokerto, Tegalsari, Pabean Cantikan, dan Sukolilo telah menerima alat perlengkapan TPS (Tempat Pemungutan Suara) tersebut. Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, yang juga membidangi Divisi Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga menyampaikan target pendistribusian logistik adalah 5 (lima) hari terhitung mulai Senin sampai dengan Jumat. (al/esar)

SIARAN LIVE DI TALKSHOW RRI SURABAYA, RELASI SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – Selasa pagi (12/03/2019), demi tersebarnya informasi tentang Pemilu Tahun 2019, Relawan Demokrasi (relasi) KPU Surabaya bekerja sama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya untuk mengadakan Talkshow Sosialisasi Pemilu 2019. Dalam acara yang disiarkan live tersebut dihadiri oleh perwakilan Relasi KPU Surabaya yaitu Rahmad Fudoli (Relasi Basis Netizen), Hutrimas Wimapiguna (Relasi Basis Komunitas), dan Afifun Nidlom (Relasi Basis keagamaan). Diawal talkshow perwakilan relasi  menjelaskan tentang tujuan awal dibentuknya relasi dalam Pemilu 2019. Diharapkan dengan dibentuknya relasi ini bisa meningkatkan partisipasi masyarakat (parmas) dan mampu menumbuhkan kembali sikap peduli masyarakat akan pentingnya pemilu dalam bernegara. “Jumlah relasi ada 55 (lima puluh lima) yang terbagi menjadi 10 basis yang meliputi basis netizen, keluarga, komunitas, keagamaan, kaum marjinal, kebutuhan khusus, perempuan, pemilu muda, pemilih pemula, dan disabilitas yang bertugas membantu KPU Surabaya untuk mensosialisasikan pemilu ke warga Surabaya,” jelas Fudoli. Dalam sesi dialog interaktif ini banyak pendengar yang bertanya tentang pengurusan pindah memilih. Selain itu, pendengar juga mengapresiasi sosialisasi yang dilakukan oleh relasi karena dianggap sosialisasi semacam ini bisa menjangkau masyarakat luas. “Langkah yang bagus dari KPU yang membentuk relasi untuk membantu kegiatan sosialisasi. Namun sosialisasi sebisa mungkin jangan hanya dilakukan kepada warga perkotaan saja,” masukan dari pendengar RRI Surabaya, Dewa. Talkshow yang berlangsung kurang lebih 60 menit tersebut diakhiri dengan ajakan relasi kepada warga Surabaya agar hadir dan menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 mendatang. (fudo/guh/esar)

BINCANG PEMILU, SOAL SUARA REMAJA PENENTU BANGSA

Hupmas, SURABAYA– Sabtu (09/03/2019), Forum Remaja Simokerto adakan seminar dengan tema “Suara Remaja Penentu Bangsa”. Tujuan diadakan seminar ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan pemilih pemula pada Pemilu Tahun 2019. Kegiatan yang bertempat di Pendopo Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto tersebut turut dihadiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemunggutan Suara (PPS), Kader Puskesmas, dan Lurah se-Kecamatan Simokerto. Lebih dari 80 (delapan puluh) peserta hadir dalam kegiatan yang sebagian besar terdiri dari remaja yang masuk kategori pemilih pemula tersebut. Mulai dari mahasiswa, pelajar Kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA), serta kader posyandu millenial. Ketua PPK Simokerto menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi untuk pemilih pemula ini serta berharap agar generasi millenial bisa terlibat secara aktif dalam Pemilu Serentak tanggal 17 April 2019. Mewakili KPU Surabaya, Miftakhul Gufron, menyampaikan sosialisasi tentang pentingnya kegiatan Pemilu 2019, mulai dari apa itu pemilu dan manfaatnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta siapa saja yang menjadi peserta pemilu. Sebelum menutup kegiatan sosialisasi, Miftakhul Gufron memberi contoh cara memilih yang benar agar suara menjadi sah serta menghimbau para pemilih pemula agar tidak mudah percaya atas berita negatif (hoax) tentang pemilu. (al/esar)

SECARA MARATHON KPU SURABAYA GELAR 3 GELOMBANG BIMTEK DAN SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA

Hupmas, SURABAYA– Jumat, (08/03/2019) bertempat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jl. Raya Darmo 67-68 Surabaya, KPU Surabaya lanjutkan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Pemungutan  dan Perhitungan Suara Gelombang 2. Bimtek dan simulasi yang dimulai sejak pagi hingga sore ini dihadiri oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari Kecamatan Wonocolo, Sambikerep, Simokerto, Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Gunung Anyar, Mulyorejo, Lakarsantri, Wonokroko, dan Sawahan. Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi yang membidangi Divisi Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga mengawali forum dengan memaparkan materi logistik, mulai dari perakitan kotak suara, mengidentifikasi jenis formulir, sampul kertas, dan alat kelengkapan Tempat Pemunggutan Suara (TPS) lainnya. Selanjutnya Miftakhul Gufron selaku anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan menjelaskan secara rinci teknis pemungutan dan penghitungan suara. Acara berikutnya dilanjutkan dengan simulasi yang dipandu oleh Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Endang Sri Arti Rahayu. Peserta diajak secara interaktif untuk menyampaikan tugas dan peran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pada saat pemungutan dan penghitungan suara. Selanjutnya peserta yang dipilih secara random menyimulasikan jenis formulir dan sampul kertas apa saja yang berada di dalam dan di luar kotak pasca perhitungan suara. Simulasi terakhir adalah pengisian dan penulisan formulir Model C1 untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.  (al/esar)

GELOMBANG TERAKHIR BIMTEK DAN SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – Sabtu (09/03/2019), KPU gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara kepada jajarannya di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Wilayah Surabaya. Gelombang 3 (tiga) ini sekaligus menjadi yang terakhir menyusul 2 (dua) gelombang yang telah dilaksanakan di hari sebelumnya. Acara yang berlangsung secara estafet ini digelar di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jl. Raya Darmo 67-68 Surabaya yang terdiri dari PPK dan Ketua PPS Kecamatan Asemrowo, Benowo, Bulak, Dukuh Pakis, Jambangan, Karangpilang, Pakal, Rungkut, Sukomanunggal, Tandes, dan Wiyung. Bimtek dan simulasi diawali dengan pengarahan yang disampaikan oleh Muh. Kholid Asyadulloh, anggota KPU yang membidangi Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM bersama Sunarno Aristono, Sekretaris KPU Surabaya. Pengarahan yang disampaikan terkait dengan tahapan pembentukan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). PPK dan PPS diingatkan pentingnya tertib administrasi persyaratan bagi calon anggota KPPS dan melakukan update secara berkala perkembangan pendaftaran KPPS agar bisa dilakukan koordinasi dengan KPU Surabaya jika ditemui kendala. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi pertama yang membahas logistik di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disampaikan oleh Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik, Raditya Dwita Ardana. Dalam materi ini dipaparkan mengenai jenis formulir, sampul kertas, dan alat kelengkapan TPS lainnya. Selain pemaparan materi peserta diajak secara visual menyaksikan video simulasi perakitan kotak suara dan bilik suara. “Mulai Senin (11/03/2019), KPU Surabaya akan melakukan distribusi kotak dan bilik suara ke PPK,” jelas pria yang akrab disapa Mas Radit ini. “Diharapkan PPK menyiapkan tempat dan mengecek kembali kondisi dan jumlah sesuai kebutuhan,” jelasnya kembali. Menginjak materi kedua diisi oleh Robiyan Arifin yang membidangi Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi yang membahas tentang Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Sementara terkait teknisnya, Miftakhul Gufron, anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan menjelaskan tentang teknis pemungutan dan penghitungan suara (pungra tungra). Hal mendasar yang menjadi bahasan mulai dari pemaparan jadwal kegiatan, persiapan pungra tungra, menyiapkan TPS, menyampaikan formulir undangan (C6), pengenalan surat suara, identifikasi surat suara sah dan tidak sah serta penyampaian dan pengumuman hasil penghitungan suara. Sama dengan 2 (dua) gelombang sebelumnya setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan simulasi yang dipandu oleh Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Endang Sri Arti Rahayu. Peserta diajak secara interaktif untuk menyampaikan tugas dan peran KPPS. Selanjutnya peserta yang dipilih secara random diajak untuk menyimulasikan memilah jenis formulir dan sampul kertas pasca penghitungan suara dan memasukkan ke dalam kotak suara yang sesuai dengan jenis pemilunya. Simulasi kedua yang sekaligus menjadi penutup adalah pengisian dan penulisan Formulir C1 untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. (guh/esar)

KPU SURABAYA GELAR BIMTEK DAN SIMULASI PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – Salah satu tahapan Pemilu Serentak 2019 yang krusial adalah pemungutan dan penghitungan suara. Untuk memantapkan pemahaman dan penyamaan persepsi tentang proses pemungutan dan penghitungan suara, KPU Surabaya adakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Simulasi Pemungutan Suara dan Penghitungan Suara kepada jajarannya ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Wilayah Surabaya. Acara yang berlangsung di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, Jl. Raya Darmo 67-68 Surabaya tersebut dibagi menjadi 3 (gelombang) yang dimulai hari Kamis (07/03/2019) sampai dengan Sabtu (09/03/2019). Peserta yang hadir pada hari ini meliputi peserta dari PPK dan Ketua PPS Kecamatan Bubutan, Gayungan, Genteng, Gubeng, Kenjeran, Krembangan, Pabean Cantikan, Semampir, Tambaksari, dan Tegalsari. Melalui bimtek dan simulasi pemungutan dan penghitungan suara ini bisa menjadi pembelajaran sekaligus mematangkan persiapan penyelenggara dalam menghadapi pemilu nanti. Nur Syamsi, Ketua KPU Surabaya yang membidangi Divisi Keuangan, Umum, Logistik, dan Rumah Tangga menjelaskan secara detail tentang logistik pemilu mulai dari distribusi logistik, jenis alat kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS), dan pemutaran video simulasi perakitan kotak dan bilik suara. “Urusan logistik pemilu sangat penting karena sebagai penyelenggara harus mengetahui setiap jenis logistik yang akan digunakan, mulai dari jenis formulir, sampul kertas, surat suara, serta alat kelengkapan TPS lainnya,” jelas Syamsi. “Mulai Senin mendatang PPK harus menyiapkan tempat untuk menerima logistik dari KPU yang akan didistribusikan,” jelas Syamsi. Jika diawal dijelaskan terkait dengan logistik maka Miftakhul Gufron selaku anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan menjelaskan tentang teknis pemungutan dan penghitungan suara. Hal-hal mendasar mulai dari jenis-jenis pemilih yang terbagi menjadi pemilih Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), tugas masing-masing Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), sekaligus pengenalan surat suara serta identifikasi surat suara sah dan tidak sah. Setelah pemaparan materi peserta diajak secara interaktif untuk menyampaikan tugas dan peran KPPS pada saat pemungutan dan penghitungan suara. Selanjutnya peserta yang dipilih secara random diajak untuk mengadakan simulasi memilah jenis formulir dan sampul kertas pasca penghitungan suara dan memasukkan ke dalam kotak suara yang sesuai. Simulasi kedua yang sekaligus menjadi penutup adalah pengisian dan penulisan Formulir C1 untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. (guh/esar)