Berita Terkini

KPU SURABAYA, BIMBINGAN TEKNIS PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE (LPPDK) SERTA LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN) PESERTA PEMILU TAHUN 2019

Hupmas – Senin siang (15/04/2019), 2 (dua) hari menjelang penyelengaraan Pemilu Tahun 2019, KPU Surabaya gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Peserta Pemilu Tahun 2019. Bertempat di Kantor KPU Surabaya Jl. Adityawarman No 87, agenda yang dilaksanakan mulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh 16 (enam belas) partai politik se-Kota Surabaya dan Tim Kampanye Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor urut 01 dan 02. Muh. Kholid Asyadulloh selaku Divisi Hukum dan Pengawasan beserta Octian Anugeraha selaku Kasubbag Hukum dalam pemaparannya menjelaskan terkait jadwal tahapan dana kampanye, jadwal penerimaan LPPDK, jadwal penyampaian hasil audit laporan dana kampanye, penerimaan LPPDK partai politik tingkat kabupaten/kota, dan beberapa hal terkait dengan pembatalan partai politik dalam peserta pemilu. Dalam mengakhiri materinya Muh. Kholid Asyadulloh juga menyampaikan agar anggota partai politik dapat mempersiapkan diri dalam mengerjakan LPPDK dan LHKPN. (al/esar)

KULIAH UMUM UNESA, KPU SURABAYA IKUT SOSIALISASIKAN PEMILU

Hupmas, SURABAYA – Rabu pagi (10/04/2019), Prodi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berlokasi di Gedung Srikandi i6 Unesa gelar kuliah umum. Dalam kesempatan itu, KPU Surabaya ikut serta melakukan sosialisasi pemilu kepada generasi milenial. Ketua Jurusan PMP-KN, Oksiana Jatiningsih mengapresiasi sosialisasi pemilu yang dilakukan KPU Surabaya dan berharap agar mahasiswa/mahasiswi Unesa khususnya generasi milenial dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam menyukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019. Mewakili KPU Surabaya hadir anggota KPU, Wahyu Kuncoro yang membidangi Divisi Sosdiklik, Parmas, dan SDM yang memaparkan pentingnya pemilu, mulai dari arti pemilu, siapa saja kontestan/peserta pemilu, dan manfaat pemilu bagi kehidupan bangsa dan negara. Sebelum menutup kegiatan sosialisasi Wahyu menyampaikan jenis dan warna setiap surat suara yang akan digunakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. (al/esar)

TARGET 100% PADA UJI COBA NASIONAL APLIKASI SITUNG TAHAP 3 PEMILU TAHUN 2019

Hupmas, SURABAYA – Sejak Rabu pagi (10/04/2019) KPU Surabaya secara maraton laksanakan Uji Coba Nasional Aplikasi Situng Pemilu Tahun 2019 Tahap 3. Uji coba yang digelar di Lantai 3 Graha Swara Kantor KPU Kota Surabaya ini melibatkan seluruh pengguna aplikasi situng yang terdiri dari user, koordinator, verifikator, dan operator. Uji coba yang dilaksanakan serentak tersebut dijadwalkan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 10 – 14 April 2019. Tujuan uji coba terakhir ini untuk mematangkan kesiapan KPU di seluruh Indonesia baik dari segi finalisasi kesiapan SDM (Sumber Daya Manusia) dan perangkat yang akan digunakan. KPU RI menargetkan seluruh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dapat melakukan proses entri dan pindai semua formulir sampai dengan 100% dari jumlah keseluruhan TPS (Tempat Pemungutan Suara). (al/esar)

MENGUJI AKSELERASI OPERATOR SITUNG DALAM BIMTEK PENGGUNAAN APLIKASI SITUNG

Hupmas, SURABAYA – Senin siang (08/04/2019), KPU Surabaya mengundang operator dan verifikator Sistem Informasi Pemilihan Umum (Situng) untuk laksanakan Bimbingan Teknis Penggunaan Situng Tahun 2019. Agenda yang terlaksana sejak pukul 10.30 WIB ini dilaksanakan di lantai 3 Graha Swara Kantor KPU Surabaya, Jl Adityawarman 87 Surabaya. Menjadi perwakilan KPU Surabaya, Endang Sri Arti Rahayu selaku Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas sekaligus Koordinator Situng memberikan pembekalan kepada peserta yang hadir tentang tata cara penggunaan aplikasi situng desktop. Perempuan alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini menyampaikan hal teknis yang perlu dipahami serta dicermati pada saat mengoperasikan aplikasi situng. “Operator situng tidak hanya harus familier dengan IT (Information Technology) tetapi juga membutuhkan kecermatan, ketelitian, kecepatan, dan berintegritas,” jelas Endang. Setiap operator melakukan simulasi proses pindai dan entri dokumen dengan menguji kecepatan input dalam hitungan detik yang dibutuhkan pada saat melakukan pindai dan entri pada situng desktop. (al/esar)