Berita Terkini

RAPAT EVALUASI PENYUSUNAN DAFTAR PEMILIH PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – Setelah berakhirnya tahapan penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Tahun 2019, KPU Provinsi Jawa Timur mengundang 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk melaksanakan evaluasi penyusunan DPT Pemilu 2019. Bertempat di Hotel Santika Gresik, Jl. Wahidin Sudiro H. No. 788, Gresik acara berlangsung selama 2 (dua) hari terhitung sejak hari Senin, 27 Mei 2019 sampai dengan tanggal 28 Mei 2019. Acara tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten/Kota Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Kasubbag Program dan Data, beserta Operator Sidalih. Hadir mewakili KPU Surabaya adalah Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Robiyan Arifin, Kasubbag Program dan Data, Andam Riyanto, dan Operator Sidalih, Anieq Fardah. Anggota KPU Provinsi Jawa Timur, Nurul Amalia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan diadakan rapat tersebut untuk melakukan evaluasi pemutakhiran DPT Pemilu 2019 dan mengumpulkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) dari setiap masing-masing KPU kabupaten/kota. “Rapat evaluasi penyusunan DPT Pemilu 2019, selain untuk mengumpulkan DIM dari setiap KPU kabupaten/kota juga untuk mempersiapkan data pada saat adanya gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang menyangkut daftar pemilih,” jelas perempuan kelahiran Surabaya ini. (guh/esar)

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA SELFIE DI TPS PEMILU 2019

Inilah para pemenang Lomba Selfie Di TPS Pemilu 2019 di Kota Surabaya. Selamat ya. Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh peserta lomba yang sudah berpartisipasi dengan mengirim foto serta caption yang menarik. Bagi para pemenang kami mengundang untuk menghadiri pengambilan hadiah pada hari Rabu, tanggal 29 Mei 2019 pukul 13.00 WIB di KPU Kota Surabaya dengan membawa : 1. Fotokopi KTP 2. Fotokopi NPWP Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sdr. Alfian di nomor handphone 085708799977.

KPU SURABAYA GELAR RAPAT PERSIAPAN PENARIKAN KOTAK SUARA DARI KECAMATAN

Hupmas, SURABAYA – Rampungnya Tahapan Rekapitulasi Penghitungan Suara pada Pemilu Tahun 2019, Jumat sore (25/05/2019) KPU Surabaya laksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pihak terkait untuk persiapan penarikan kembali kotak suara dari seluruh kecamatan di Surabaya. Rapat yang berlangsung di Restaurant Nur Pacific, Jalan Adityawarman Nomor 59-63, Surabaya tersebut dihadiri oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya, perwakilan dari Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Bakesbang Politik dan Linmas Kota Surabaya. Nur Syamsi, Ketua KPU Surabaya membuka rakor dengan menyampaikan rencana penarikan kembali kotak suara yang berisi surat suara pasca rekap setelah mempertimbangkan dan menunggu pengumuman daftar gugatan sengketa Pemilu Tahun 2019 di Mahmakah Konstitusi Republik Indonesia yang berakhir malam ini, Jumat, 24 Mei 2019 pukul 24.00 WIB. “Harus saya sampaikan, bahwa KPU Surabaya baru akan menarik kotak suara yang telah digunakan mulai tanggal 26 Mei 2019. Karena kami butuh waktu untuk mengidentifikasi kecamatan mana saja yang ada potensi sengketa dan kecamatan mana saja yang sudah siap untuk ditarik kembali logistiknya,” jelas Syamsi. (guh/esar)

SINERGI UNTUK DEMOKRASI

Hupmas, SURABAYA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya periode 2019-2024 terus merawat sinergi untuk demokrasi melalui audiensi. Komisioner bersilahturahmi ke Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, Kamis (20/6/2019). Audiensi ini sebagai lanjutan setelah sehari sebelumnya, komisioner bersama Sekretaris KPU Surabaya Sunarno Aristono bersilahturahmi ke Kapolres Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Rabu (19/6/2019). Audiensi ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak dihadiri oleh tiga komisioner KPU Surabaya; Muhammad Kholid Assyadulloh (Divisi Teknis), Naafilah Astri Swarist (Divisi Perencanaan Data dan Informasi), dan Soeprayitno (Divisi Hukum dan Pengawasan), sedangkan ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi bertugas di Jakarta, dan Subairi (Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM) dinas di luar kota. Hadir dalam pertemuan itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, beserta jajaran. Termasuk para Kapolsek di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Mewakili ketua KPU Surabaya, Muhammad Kholid Assyadulloh memperkenalkan masing-masing komisioner. Tidak lupa Kholid menyampaikan terima kasih atas sinergi dengan kepolisian, salah satunya Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang sudah terbangun selama ini. “Keberhasilan pelaksanaan Pemilu tidak lepas dari tugas kepolisian selaku mitra,” kata Kholid disela audiensi. Dukungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kata Kholid, luar biasa. Terlebih terkait keberadaan gudang KPU Surabaya di wilayah tersebut. Saat kotak suara ditarik dari PPK, langsung bermuara di gudang dan diamankan hingga kini. Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto menyebut pihaknya yang kali pertama menerapkan pemasangan cctv di gudang kotak suara, hingga akhirnya sistem pengamanan ini diadopsi Polres lain. Seraya menunjukkan pantauan cctv yang bisa disimak dari smartphone, kapolres memberi penjelasan ke Muhammad Kholid Assyadulloh. “Wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak cukup dinamis. Terkait penyelenggaraan Pemilu, selama ini kita koordinasi aktif dengan KPU. Termasuk dalam pengamanan gudang. Dengan cctv, kita bisa mengawasi personil yang bertugas di gudang,” tandas Antonius Agus Rahmanto. (nano)

KUNJUNGI SURABAYA, KPU BALIKPAPAN STUDI BANDING

Hupmas, SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menjadi rujukan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) skala kota. Terlebih jelang pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) tahun 2020. Ini tidak luput dari besarnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) hingga 2,1 juta lebih yang tersebar di 154 kelurahan di 31 kecamatan. Selain itu, terlaksananya sinergitas pendampingan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari), termasuk kemitraan dengan kepolisian. Ini yang melatar belakangi KPU Kota serta Kejari Balikpapan , Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (21/6/2019). Rombongan datang di Kantor KPU Surabaya Jalan Adtyawarman 87 Surabaya. Turut serta dalam rombongan tersebut; Sekretaris KPU Balikpapan Syabrani, Ketua KPU Provinsi Kalimantan Timur Rudiansyah, Kepala Kejari Balikpapan Budi Utarto, Komisioner KPU Balikpapan, awak media, dan lainnya. Rombongan diterima tiga komisioner KPU Surabaya. Di antaranya, Ketua Divisi Teknis KPU Surabaya Muhammad Kholid Assyadulloh mewakili , Ketua Divisi Perencaan Data dan Informasi Naafilah Astri Swarist, serta Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Soeprayitno. Selain itu, lintas Kassubag serta staf. Ketua KPU Surabaya Nur Syamsi bertugas di Jakarta; sedangkan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Subairi bertugas ke Jember mengikuti rapat koordinasi. Kepada rombongan, Kholid Assyadulloh menyampaikan selamat datang serta terima kasih atas kepercayaan KPU Kota Balikpapan menjadikan KPU Kota Surabaya sebagai tujuan studi banding. Kholid juga menyampaikan dinamika pelaksaan Pemilu 2019 di Surabaya. Termasuk adanya gugatan gugatan hingga meninggalnya 18 orang petugas Adhoc . “Untuk Pemilukada 2020 sekarang masih dalam tahapan. Kita rencana mengajukan anggaran Pemilukada sekitar 85 miliar rupiah,” terang Kholid, sapaan Muhammad Kholid Assyadulloh. Pria asal Boyolali Jawa Tengah ini juga memaparkan terlaksananya program pendampingan dengan Kejari Surabaya. Termasuk kemitraan dengan kepolisian. Dia menyebut kerjasama ini bisa berkelanjutan sehubungan Pemilukada 2020 mendatang. Untuk teknisnya masih menunggu petunjuk KPU RI. Sementara itu, Ketua KPU Kota Balikpapan Noor Thoha mengatakan pihaknya sudah belanja informasi mengenai KPU mana saja yang akan melaksanakan Pemilukada 2020 dan sudah melaksanakan tahapannya. Hingga akhirnya dipilih KPU Kota Surabaya. Termasuk kerjasama pendampingan dengan Aparat Penegak Hukum (APH). “Tahun 2015 kami tidak melakukan kerjasama pendampingan dengan APH. Karena itu sebelum melaksanakan MoU pendampingan dengan APH, kita studi banding di Surabaya dan Sidoarjo,” kata Thoha. Ketua KPU Provinsi Kalimantan Timur Rudiansyah menambahkan, jumlah DPT di Surabaya cukup besar. Bahkan jumlah 2,1 juta lebih pemilih setara dengan DPT se Provinsi Kalimantan Timur. “Cuman kalau di Surabaya tantangannya jumlah DPT yang besar, di Kalimantan Timur jumlah DPT kurang lebih sama dengan Surabaya namun tantangan kami luasnya wilayah geografis. Terkadang untuk verifikasi saja harus naik speedboat berjam-jam dan terkadang masuk hutan,” urai Rudiansyah. Kepala Kejari Kota Balikpapan Budi Utarto mengapresiasi studi banding. Bagi korps Adhyaksa, kerjasama pendampingan ke instansi lain merupakan prestasi tersendiri. Semakin banyak pendampingan maka point penilaian oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) semakin tinggi. “Sebenarnya Kejaksaan ingin membantu saja. Kami menawarkan kerjasama, dengan menugaskan anggota pelaksana Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diterima kejaksaan. Pendampingan meliputi penanganan terkait perkara hingga siding. Ini lebih hemat biaya dan tenaga. Nanti kita semua yang tangani. Misalkan sidang TUN, kita bertindak selaku KPU,” papar mantan Kepala Kejari Gorontalo ini. (nano)