KPUSBY-Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu dan Pemilihan” di lantai 2 Kantor KPU Kota Surabaya, Rabu, 11 Februari 2026
Puguh Budiono dan Afisia Dewima sebagai pemapar materi dalam kegiatan tersebut, dengan Zyyan Atima Dayyana bertindak sebagai moderator dan Putri Iram Tanti sebagai notulensi.
Dalam paparannya, dijelaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan sinergi lintas lembaga ini menjadi kunci agar data dapat tersinkronisasi secara akurat dan berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak kehilangan hak pilihnya.
Selain itu, turut dipaparkan berbagai dinamika dan pengalaman pada tahapan sebelumnya. Mulai dari kendala teknis, tantangan koordinasi antarinstansi, hingga temuan-temuan menarik di lapangan yang menjadi bahan evaluasi bersama. Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting guna meningkatkan kualitas pemutakhiran data pemilih ke depan agar semakin akurat, transparan, dan akuntabel.
Kegiatan berlangsung dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan Komisioner, Sekretaris, Kepala Subbagian (Kasubbag), staf hingga mahasiswa magang. Salah satu pertanyaan menarik datang dari Hawa Mahasiswa Magang Unesa yang menanyakan kegunaan Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dalam pengelolaan data selama ini.
Menanggapi hal tersebut, Puguh Budiono menjelaskan bahwa Sidalih memiliki peran sangat penting dalam mencegah terjadinya data ganda atau penumpukan data yang sebelumnya kerap terjadi. Sejak penerapan Sidalih, proses pencocokan dan penelitian (coklit) data menjadi lebih akurat, transparan, dan terintegrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh Ketua KPU Kota Surabaya Soeprayitno, Anggota KPU Kota Surabaya Naafilah Astri Swarist, Bakron Hadi, dan Jatayu Kresna Tama, serta Sekretaris KPU Kota Surabaya Titus Saptadi. Turut hadir pula para Kasubbag, staf KPU Kota Surabaya, serta mahasiswa magang Unesa.(RM.dkk)