Berita Terkini

KERJA BAKTI, SARANA MEMPERERAT KERJASAMA DI LINGKUNGAN KANTOR YANG BERSIH DAN ASRI

Hupmas, SURABAYA – Jumat pagi (09/11/2018), Sekretariat KPU Surabaya adakan kegiatan “Jumat Bersih” di lingkungan Kantor KPU Surabaya. Tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut selain untuk menjaga kebersihan dan keindahan di kantor juga sebagai sarana untuk mempererat kerjasama antar staf Sekretariatan KPU Surabaya. Kerja bakti merupakan perwujudan kecintaan terhadap lingkungan, kebersihan, dan juga estetika. Hal ini sangat perlu, mengingat semakin padat kegiatan tahapan Pemilu 2019 sehingga perlu untuk menciptakan suasana yang bersih dan nyaman agar semakin termotivasi untuk bekerja lebih baik. “Dengan kegiatan kecil semacam ini, bisa memupuk kerjasama dalam menyambut dan melaksanakan tahapan pemilu yang saat ini sedang berjalan”, jelas Sunarno Aristono selaku Sekretaris KPU Surabaya. (guh/esar)

AWARE HAK PILIH, WARGA SURABAYA DI LUAR NEGERI MENGURUS PINDAH PILIH UNTUK PILPRES 2019

Hupmas, SURABAYA – Pemungutan suara Pemilu Serentak tahun 2019 masih akan diselenggarakan kurang lebih 6 (enam) bulan lagi. Namun beberapa warga Surabaya yang berada di luar negeri mulai mengurus Surat Pemberitahuan Pindah Pilih yang lebih dikenal dengan A5. Hal ini terlihat dari pantaun terdapat 5 (lima) warga Surabaya yang berdomisili di Kecamatan Mulyorejo, Tenggilis Mejoyo, Karang Pilang, dan Dukuh Pakis yang telah mengurus A5 di KPU Surabaya yang akan digunakan untuk memberikan suaranya di negara Mesir, Jepang, dan Belanda. Alasan warga Surabaya tersebut tidak bisa memilih di Tempat Pemungatan Suara (TPS) asal disebabkan karena sedang melaksanakan tugas belajar/menempuh pendidikan maupun bekerja di luar negeri. Anggota KPU Surabaya yang membidangi Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Robiyan Arifin, menyampaikan apresiasinya kepada 5 (lima) warga Surabaya ini yang menyempatkan diri datang ke KPU untuk mengurus pindah pilih. “Ini adalah bentuk kesadaran WNI yang mulai mengerti pentingnya hak konstitusionalnya sehingga tidak ingin melewatkan perhelatan demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia,” ungkap alumnus Magister Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya. Sebagaimana yang diatur dalam ketentuan pemilih yang berada di luar negeri pada saat Pemungutan Suara yang dilaksanakan pada tanggal 8-14 April 2019 nanti dapat menggunakan hak pilihnya dengan terlebih dahulu mengurus formulir Model A.5-KPU di Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau KPU Kabupaten/Kota setempat. Untuk mendapatkan Surat Pemberitahuan tersebut harus menunjukkan KTP-el atau surat keterangan dan salinan bukti telah terdaftar sebagai pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS asal. Dengan mengantongi A.5 maka pemilih yang berada di luar negeri dapat menyalurkan hak konstitusionalnya untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden. (guh/esar)

RAKOR PEMBENTUKAN BADAN ADHOC PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – KPU Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Badan Adhoc Pemilu 2019 pada Jum’at siang (09/11/2018). Diwakili anggota KPU Surabaya Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Muh. Kholid Asyadulloh serta Kepala Subbagian Keuangan, Umum dan Logistik, Raditya Dwita Ardana untuk hadir dalam Rakor yang bertempat di Hotel Swiss-Belinn Airport Surabaya tersebut. Rakor tersebut bertujuan untuk membahas terkait dengan penambahan jumlah anggota PPK pada Pemilu 2019 pasca putusan Mahkamah Konstitusi nomor: 31/PUU-XVI/2018. Pelaksanaan rekrutmen 2 (dua) anggota PPK tersebut dilaksanakan mulai tanggal 10 s.d 20 November 2018. (lay)

MENJADI PENYELENGGARA PEMILU BERKUALITAS BERAWAL DARI KEINGINAN UNTUK BELAJAR

Hupmas, SURABAYA –  Kamis (08/11/2018), KPU Surabaya melaksanakan Kursus Demokrasi dan Kepemiluan Gelombang 3 (tiga) sekaligus merupakan gelombang yang terakhir. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dibuka oleh Endang Sri Arti Rahayu selaku Kepala Sub Bagian Teknis Pemilu dan Partisipasi Masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan pengisian Pre Test dan pengenalan masing-masing peserta. Kursus yang diikuti oleh 17 (tujuh belas) peserta berasal dari berbagai kalangan dan background pendidikan maupun pekerjaan. Ada guru, karyawan, wirausahawan, maupun yang masih berstatus sebagai mahasiswa. Beragam motivasi yang menjadi latar belakang peserta untuk mengikui kursus demokrasi dan kepemiluan ini, mulai dari ingin memahami lebih komprehensif tentang demokrasi maupun mengetahui proses penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu). Seperti yang diutarakan oleh salah satu peserta, Moch. Fuad Arrosyid. “Dengan mengikuti kursus ini, saya berharap mendapatkan ilmu lebih tentang demokrasi dan bisa menambah wawasan saya pada dunia kepemiluan yang ada di Indonesia”, ungkap Fuad, salah satu mahasiswa ilmu politik di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut. Kursus kepemiluan dan demokrasi dibagi menjadi 2 (dua) sesi pembahasan materi. Sesi pertama membahas Sistem Pemilu dan Demokrasi di Indonesia dan sesi kedua membahas tentang Penyelenggara dan Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Anggota KPU Surabaya yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat dan SDM, Muhammad Kholid Asyadulloh, menjadi narasumber pada sesi pertama.  Pria kelahiran Boyolali ini menyampaikan pentingnya pemilu dalam kehidupan bernegara sebagai salah satu manifestasi menentukan calon pemimpin maupun sebagai perwujudan Hak Asasi Manusia (HAM) berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948. Selanjutnya disesi kedua yang menjadi narasumber adalah Nurul Amalia, anggota KPU Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan, yang menjelaskan penyelenggara pemilu, kode etik penyelenggara, dan tugas dari masing-masing penyelenggara. Diakhir sesi, Bu Nurul yang biasa akrab disapa berpesan kepada peserta dengan mengikuti kursus kepemiluan ini bisa melahirkan penyelenggara pemilu yang berkualitas. Setelah pemaparan materi selanjutnya diadakan simulasi tata cara coblos yang melibatkan seluruh peserta. Kursus gelombang 3 ditutup dengan Post Test untuk menjadi parameter sejauh mana pengetahuan peserta setelah mendapatkan materi demokrasi dan kepemiluan, kemudian dilanjut dengan sesi foto bersama dengan para narasumber dan seluruh peserta. (guh/esar)

RAKOR SINKRONISASI DPTHP-2 PEMILU TAHUN 2019

Hupmas, SURABAYA – Kamis siang (08/11/2018), KPU Surabaya menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Data Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) Pemilihan Umum Tahun 2019. Rakor yang bertempat di Lantai III Graha Swara KPU Surabaya dibuka langsung oleh Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi. “Semoga Rakor siang ini akan membawa kebaikan kita bersama, saya harap nanti juga akan ada rekomendasi dari Bawaslu Surabaya atau masukan dari kawan-kawan Partai Politik Peserta Pemilu 2019,” ucap Syamsi dalam sambutannya. Peserta yang hadir adalah 16 Petugas Penghubung Partai Politik Peserta Pemilu 2019, Bawaslu Kota Surabaya, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Surabaya, Bakesbangpol dan Linmas Surabaya, Polrestabes Surabaya, Polrestabes Tanjung Perak, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surabaya. Tujuan diadakannya Rakor hari ini yaitu untuk menyinkronisasikan data pemilih Pemilu 2019 yang dimiliki oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan data dari Bawaslu atau bahkan dari Parpol Peserta Pemilu 2019 sebelum ditetapkan menjadi DPTHP-2. “Mari kita selesaikan hari ini agar nanti saat pleno DPTHP-2 dapat menghasilkan data-data yang akan menjadi data awal untuk dapat menciptakan surat suara sekaligus juga akan menjadi data awal untuk distribusi surat suara per-TPS,” lanjut pria kelahiran Lamongan ini. (lay)

KPU LAKUKAN MONITORING REKAPITULASI DPTHP-1 PERBAIKAN DI TINGKAT KECAMATAN SURABAYA

Hupmas, SURABAYA – Mulai tanggal 07 s.d. 10 November 2018, KPU Surabaya melakukan monitoring rekapitulasi DPTHP-1 perbaikan di tingkat Kecamatan Surabaya. Setelah diadakannya coklit terbatas, KPU Surabaya berkunjung ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Surabaya guna untuk monitoring terkait dengan rekapitulasi DPTHP-1 perbaikan. Kecamatan yang dikunjungi oleh KPU Surabaya adalah Kecamatan Krembangan, Bubutan, Benowo, Pakal, Mulyorejo, Sukolilo, Gubeng, Tegalsari, Gunung Anyar, Wonocolo, Gayungan, Jambangan, Pabean Cantian, Semampir, Kenjeran, Bulak, Karang Pilang, Wiyung, Dukuh Pakis, Lakarsantri, Wonokromo, Tenggilis Mejoyo, Sawahan, dan Sukomanunggal. (lay)

Populer

Belum ada data.

🔊 Putar Suara