Berita Terkini

RAKOR PENYUSUNAN MATERI RELAWAN DEMOKRASI PENDIDIKAN PEMILIH BERBASIS MUATAN LOKAL

Hupmas, SURABAYA – KPU Provinsi Jawa Timur mengundang anggota KPU Kabupaten/Kota Divisi Sosdiklih dan Parmas serta Kepala Subbagian Teknis dan Hupmas se-Jawa Timur dalam rangka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Materi Relawan Demokrasi Pendidikan Pemilih Berbasis Muatan Lokal Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019. Mewakili KPU Surabaya, Divisi Sosdiklih dan Parmas, Muh. Kholid Asyadulloh serta Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas, Endang Sri Arti Rahayu hadir dalam rakor yang berlangsung selama 2 (dua) hari mulai tanggal 16 s.d. 17 Januari 2019. Rakor yang bertempat di Kantor Provinsi Jawa Timur tersebut dibuka langsung oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jatim, Gogot Cahyo Baskoro. Relasi merupakan program yang sudah ada sejak pemilu yang lalu-lalu. Dari sisi kuantitas pada pemilu 2019 meningkat daripada pemilu sebelumnya. Pembekalan relasi pemilu 2019 akan diadakan di minggu ketiga bulan Januari 2019, sehingga tujuan diadakannya rakor pada siang ini adalah untuk membahas penyusunan modul training of trainer (TOT) relawan demokrasi pemilu 2019 serta modul semacam Term of Reference (TOR) merupakan kisi-kisi materi yang perlu dibahas dan isu pada tiap segmen maupun konten-konten serta lokalitas. (lay/esar)

BELAJAR NILAI-NILAI DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN, KPU SURABAYA BERHARAP SISWA- SISWI SMK SEJAHTERA SURABAYA MAKSIMALKAN HAK PILIHNYA

Hupmas, SURABAYA – Memasuki hari ke-5 kegiatan Audiensi dan Fasilitasi Rumah Pintar Pemilu (RPP) Bung Tomo di Kantor KPU Surabaya dihadiri SMK Sejahtera Surabaya. Nurul, selaku guru pendamping dalam memberikan sambutan menyampaikan apresiasinya kepada KPU Surabaya. “Saya mewakili atas nama lembaga sekolah menyampaikan banyak terima kasih kepada KPU Surabaya atas undangannya sehingga hari ini anak siswa didik kami dapat menambah wawasan terkait kepemiluan,” ungkap Nurul. Nurul juga berharap agar siswa-siswinya dapat mempergunakan suaranya alias tidak “golput” dalam Pilwali mendatang. Didapuk sebagai narasumber, Octian Anugeraha selaku Kasubbag Hukum menyampaikan materi seputar dunia kepemiluan dan nilai-nilai demokrasi. Octian juga menyampaikan bahwa pemilih pemula bisa menjadi generasi yang sangat potensial dalam Pemilihan. Selain itu, siswa-siswi juga diharapkan bergabung sebagai relawan demokrasi sebagai ujung tombak dalam melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Surabaya. Menginjak sesi tanya jawab beberapa peserta dengan antusias mengacungkan tangannya untuk bertanya serta berdiskusi dengan pemateri. Menginjak sesi akhir dalam Audiensi dan Fasilitasi peserta diajak untuk visitasi RPP untuk melihat perolehan suara, maket TPS, dan maskot pemilihan. Selain itu, siswa-siswi juga diajak untuk bermain game berkaitan dengan kepemiluan. Misal ular tangga demokrasi, puzzle tahapan pemilu dan beberapa game lainya yang ada di RPP Bung Tomo. (al/esar)

AUDIENSI DAN FASILITASI RPP BUNG TOMO, BIJAK BERSOSIAL MEDIA DAN GUNAKAN HAK PILIH

Hupmas, SURABAYA – Masih dalam rangkaian kegiatan Audiensi dan Fasilitasi RPP Bung Tomo, SMA GIKI 1 Surabaya menjadi peserta pertama pada Jumat pagi (18/10/2019). Mukhamad Taufik, selalu guru pendamping berharap siswa-siswi setelah mengikuti acara ini bisa memiliki wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat, khususnya diusia remaja yang sudah bisa berkontribusi dalam Pemilu dan Pemilihan. “Terima kasih sebelumnya untuk KPU Surabaya sudah mengundang dan berbagi pengetahuan kepada siswa-siswi SMA GIKI 1 Surabaya. Semoga ilmu yang disampaikan bermanfaat dan menambah wawasan anak didik kami terkait kepemiluan,” ungkap Taufik yang juga menjadi Guru Olahraga SMA GIKI. Prahastiwi Kurnia Sitorosmi, atau yang sering di sapa Tiwi menjadi narasumber. Selain menyampaikan materi kepemiluan, baik apa itu Pemilu dan Pemilihan, tugas dan fungsi penyelenggara Pemilu, pentingnya Pemilu, juga disampaikan pentingnya untuk pintar-pintar dalam bersosial media. “Dengan semakin mudahnya memperoleh informasi, khususnya melalui media sosial, sebisa mungkin jangan langsung dishare. Cari kebenarannya terlebih dahulu, apalagi dalam masa-masa Pemilu, jangan sampai menyebarkan hoak,” jelas perempuan yang disapa Tiwi tersebut. “Bijak bersosial media, ayo gunakan hak pilih dalam Pilwali 2020 nanti. Suara kalian bisa menentukan Surabaya lima tahun kedepan,” seru Tiwi kepada peserta. Selain mendapatkan pengetahuan kepemiluan, siswa-siswi juga diajak untuk melihat setiap informasi, baik perolehan suara calon dan partai, sejarah kepemiluan di Indonesia, serta permainan yang berhubungan dengan Pemilu. (guh/esar)

MENGHIMPUN DATA PEMILU SECARA SISTEMATIS DAN DIGITALISASI MELALUI LANGKAH AWAL DENGAN RAKOR PENGELOLAAN DATA CALON TERPILIH HASIL PEMILU 2019

Hupmas, Tulungagung – Bertempat di KPU Kabupaten Tulungagung,  Jl. KH. R. Abdul Fattah, Botoran, Tulungagung, Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Data Calon Terpilih Hasil Pemilihan Umum Tahun 2019 berlangsung Kamis sore (17/10/2019). Mewakili KPU Surabaya hadir Anggota KPU yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan beserta Kasubbag Teknis Pemilu dan Hupmas dalam Rakor yang diikuti oleh 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur tersebut. Anggota KPU Provinsi Jawa Timur yang membidangi Divisi Perencanaan dan Logistik, Miftahur Rozaq membuka acara yang diadakan selama 2 (dua) hari yakni Kamis- Jumat tanggal 17-18 Oktober 2019  ini. “Tujuan Rakor adalah dalam rangka menghimpun data-data calon terpilih  secara sistematis dan digitalisasi karena pusat data terkait dengan kepemiluan berada di KPU bukan di lembaga lain tapi di KPU,” kata Rozaq dalam sambutannya. Lebih lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Komisioner di KPU Sampang ini menyampaikan harapannya. “Semoga dengan Rakor ini  dokumen pengelolaan data calon terpilih betul secara spesifik bisa terhimpun dengan baik,” pungkas Rozaq. (esar)

SISWA-SISWI SMA KATOLIK DARMA MULYA HIDUPKAN FORUM DISKUSI DI RPP BUNG TOMO

Hupmas, SURABAYA – Kamis (17/10/2019), menjadi sesi terakhir di hari keempat dari kegiatan Audiensi dan Fasilitasi Rumah Pintar Pemilu (RPP) Bung Tomo di Kantor KPU Surabaya. Meskipun sudah sore hari tak lantas menyurutkan semangat SMA Katolik Darma Mulya dalam menambah wawasan serta keseruan mengikuti acara hingga selesai. Joko, selaku guru pendamping dalam memberikan sambutan menyampaikan apresiasinya kepada KPU Surabaya. “Saya mewakili SMA Katolik Darma Mulya menyampaikan banyak terima kasih kepada KPU Surabaya atas undangannya sehingga hari ini anak siswa didik kami dapat menambah wawasan terkait kepemiluan dan demokrasi secara langsung dengan pakar yang berkecimpung didalamnya,” ungkap Joko. Didapuk sebagai narasumber, Subairi selaku Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM menyampaikan materi tentang kepemiluan dan nilai-nilai demokrasi. Menginjak sesi tanya jawab beberapa peserta dengan antusias mengacungkan tangannya untuk bertanya serta berdiskusi dengan pemateri. Menginjak sesi akhir dalam Audiensi dan Fasilitasi para siswa-siswi diajak untuk visitasi RPP.  Dalam visitasi peserta ikut bermain game yang menuntut siswa-siswi untuk terlibat secara interaktif, misalnya bermain game Tebak Tahapan Pemilu dan Dart Board Pemilu. (al/esar)

RAPAT EVALUASI PENGELOLAAN DAN KOORDINASI PENGHAPUSAN LOGISTIK PEMILU 2019

Hupmas, SURABAYA – Dalam rangka berakhirnya seluruh tahapan Pemilu serentak 2019, KPU Provinsi Jawa Timur laksanakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pengelolaan Logistik Pemilu 2019 bersama 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Acara yang berlangsung di KPU Kabupaten Tuban, dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten/Kota bersama Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik. Nur Syamsi, Ketua KPU Surabaya hadir bersama Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Surabaya, Raditya Dwita Ardana. Berlangsung selama 2 (dua) hari, dimulai hari Selasa, 15  Oktober 2019 sampai dengan Rabu, 16 Oktober 2019 dibuka langsung oleh Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam. Choirul Anam mengingatkan pentingnya pengelolaan logistik Pemilu 2019 sehingga kegiatan selama dua hari tersebut akan fokus pada proses pengelolaan dan penghapusan logistik Barang Milik Negara (BUMN) Pemilu 2019. “Pengeloaan dan koordinasi penghapusan logistik menjadi sangat penting karena prinsip awal penggunaan kotak dan bilik  hanya sekali pakai. Serta kondisi gudang setiap KPU Kabupaten/Kota ini beda dan sudah melebihi kapasitas jadi sangat perlu untuk dilakukan hal tersebut. Terlebih KPU yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020,” jelas Choirul Anam dalam sambutannya. Dalam mendukung kelancaran acara, peserta dihimbau untuk membawa dokumen seperti Daftar Inventaris Masalah (DIM) untuk bahan evaluasi serta membawa data rencana penghapusan logistik Pemilu 2019. (guh/esar)